Wabup Mimika Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Memimpin Upacara peringatan hari Lahirnya Pancasila
SAPA (TIMIKA) – Upacara peringatan hari lahir ke-72 Pancasila digelar untuk pertama kalinya di Kabupaten Mimika.  Upacara yang berlangsung di SMAN 1 Timika, Jalan Yos Sudarso, Kamis (1/6) bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Mimika, Yohanis Bassang,SE.,M.Si.

Dalam sambutan Presiden Joko Widodo, yang dibacakan Wabup Bassang  menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara. 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional memperingati kelahiran Pancasila berdasarkan keputusan presiden No. 24 tahun 2016.

Penetapan hari lahir Pancasila mengacu pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau yang dikenal dengan BPUPKI pada 29 Mei-1 Juni 1945.

Dalam prosesnya, rumusan Pancasila sejak 1 Juni 1945 yang dipidatokan Soekarno, rumusan piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga rumusan final 18 Agustus 1945 adalah sebuah satu kesatuan.

"Harus diingat bahwa kodrat Bangsa lndonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan, dan golongan bersatu padu membentuk lndonesia. ltulah Kebhinneka Tunggal Ika-an kita,"katanya.

Namun, lanjut Wabup Bassang, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebhinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam Kebhinekaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan, takkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Untuk itu, kata Wabup Bassang, kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal lka, bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, lndonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat Internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan.

"Oleh itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila,"tuturnya.

Komitmen pemerintah menurut Wabup Bassang, untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan ldeologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Dan untuk mendukung semua, kata Wabup Bassang, maka tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional.

Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang AntiPancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRl, Anti-Bhrnneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi lndonesia.

"Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan lndonesia,"ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Wabup Bassang menyampaikan, bahwa upacara lahirnya Pancasila khusus di Timika ini baru pertama kali dilakukan upacara seperti ini. Yang mana dihadiri oleh semua pimpinan daerah dan pimpinan TNI-Polri serta Forkopimda Kabupaten Mimika.
"Saya berharap agar kegiatan kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan disetiap tahun,"harap Bassang. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment