Willy Resmi Laporkan Bupati Mimika ke Polisi

Bagikan Bagikan
Willy didampingi pengacaranya ketika di BAP penyidik Reskrim Polres Mimika.
SAPA (TIMIKA) - Wilhelmus Raharusun Deikme secara resmi melaporkan Bupati Mimika Eltinus Omaleng,  SE., MH ke Polisi,  Sabtu (17/6), dengan nomor LP:336/VI/2017/Papua/Res.Mimika tanggal 17 Juni 2017 atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan bupati kepada dirinya pada Minggu (11/6) di Rimba Papua Hotel (RPH) sekitar pukul 20.00 WIT.

Willy saapan akrab Wilhelmus Raharusun Deikme ini datang ke Sentra Pelayanan Polres Mimika,  Jalan Cenderawasih,  didampingi pengacaranya Drs. Aloysius Renwarin, SH., MH.

"Hari ini (Sabtu 17/6) saya resmi laporkan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Bupati Mimika kepada saya yang kejadiannya pada hari Minggu di RPH," kata Willy yang juga staf ahli pada DPRD Mimika saat ditemui wartawan usai membuat Laporan Polisi (LP).

Alasan Willy baru melaporkan kasus ini ke Polisi,  dikarenakan pasca kejadian tersebut dirinya disibukkan dengan sejumlah agenda penting terkait dengan status keanggotaan DPRD Mimika.

"Hari ini baru saya laporkan kasus ini karena ada kesibukan lain yang ada diluar. Jadi hari ini secara resmi bersama pengacara saya laporkan kasus ini," jelasnya.

Ketika disinggung bila ada etikad baik dari Bupati Mimika untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan,  kata Willy,  kasus ini harus tetap diproses. Pasalnya, penganiayaan (pemukulan) yang dilakukan bupati kepada dirinya merupakan tindak pidana. Apalagi yang melakukannya seorang pejabat negara kepada masyarakat, sehingga harus diproses secara hukum agar menjadi pelajaran bagi pejabat negara lainnya.

"Harus diproses secara hukum agar menjadi pelajaran bagi pejabat negara, agar tidak ringan tangan kepada masyarakat, " katanya.

Soal tuntutan denda dari keluarga sebesar Rp20 Miliar,  menurut Willy,  pasca pertemuan tersebut pada Senin (12/6) di RPH,  hingga kini belum ada tanggapan dari pihak Bupati Mimika.

"Yang jelas tuntutan  Rp20 miliar dari keluarga saya, tapi sampai hari ini kita belum dengar tanggapan dari pihak Eltinus Omaleng, tapi jelasnya kita lapor sesuai prosedur hukum pidananya," terangnya.

Sementara Kuasa Hukum Willy,  Drs. Aloysius Renwarin, SH., berharap agar proses hukum tetap berjalan sesuai dengan prosedur hukum dan tidak memandang jabatan yang diembannya.  Pasalnya hukum merupakan panglima tertinggi di Indonesia sehingga bagi siapa saja tidak kebal terhadap hukum dan harus diproses hukum.

"Kami harap polisi secara profesional menangani kasus ini. Bupati akan dipanggil dan di sidik, kita harus tegakan hukum yang menjadi panglima tertinggi di Indonesia. Jadi  siapa saja yang melakukan tindak pidana harus diproses dan ditindak tegas," katanya.

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackboen,  melalui Kasat Reskrim AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK,  membenarkan adanya laporan tersebut.

"Bupati Eltinus Omaleng di laporkan di Polres pada Sabtu (17/6) dengan LP/ 336 /VI / 2017/ Papua / Res Mimika ,  tanggal 17 Juni  2017," kata Dion saat dikonfirmasi Salam Papua, Sabtu (17/6) sore.

Kata Dion,  korban Wilhemus Raharusun Deikme, melaporkan Bupati Mimika atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Minggu (11/6) di RPH.

"Korban melapor Bupati Mimika Eltinus Omaleng atas kejadian penganiyaan yang terjadi di Rimba Papua Hotel (RPH)," kata Dion.

Menurut Dion,  ada dua saksi dalam kasus ini ,  yaitu Kayus Waker dan Dorin Waker.

Sedangkan untuk kronologis kasus tersebut dijelaskan bahwa, ketika itu korban usai menemui Gubernur Papua Lukas Enembe dan kedua saksi.  Selanjutnya  para saksi menuju kamar hotel.
Disaat itu  pelaku (bupati),  tiba-tiba memanggil korban. Keduanyapun saling berhadapan dan bersalaman ala tradisi masyarakat pegunungan. Namun,  entah mengapa pelaku tiba-tiba memukul wajah korban sebanyak satu kali. Akibatnya,  pipi kiri korban mengalami memar dan korban merasa kesakitan.

"Dua orang saksi telah dimintai ketetangan terkait dengan kasus penganiyaan tersebut," terang Dion.(Ricky Lodar/Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment