2 Pendulang Meninggal Tertimpa Material Longsor di Kimbeli

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Hujan yang mengguyur Distrik Tembagapura beberapa hari terakhir, mengakibatkan longsor disejumlah wilayah, salah satunya di Kampung Kimbeli. Longsor di Kimbeli tersebut mengakibatkan salah satu camp para pendulang tertimpa material berupa tanah bercampur batu, dan mengakibatkan dua orang penduang meninggal dunia.

Dua pendulang yang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material tanah bercampur batu, adalah warga Pati, Jawa Tengah bernama Agus Sumarno dan Sardiono. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 29 Juli 2017 dini hari, sekira Pukul 00.30 WIT.

Berdasarkan data informasi yang peroleh Salam Papua menjelaskan, hujan yang terjadi diwilayah itu mengakibatkan longsor. Longsor menerjang area camp para pendulang dan merubuhkan camp pendulang milik salah seorang pendulang bernama Takim.

Peristiwa tersebut dilaporkan warga kepada piket jaga di Polsek Tembagapura. Selanjutnya anggota piket mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap kedua kedua korban.

Dengan peralatan seadanya membuat anggota kepolisian bersama kesulitan melakukan evakuasi. Selanjutnya meminta bentuan berupa alat berat Excavator yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya excavator membersihkan material longsor yang menimbun kedua korban.

HIngga pagi harinya sekira pukul 07.00 WIT barulah jasad kedua korban ditemukan, kemudian dilakukan rekam jantung oleh petugas medis yang sudah ada di lokasi. Namun kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia, dan selanjutnya di evakuasi ke rumah sakit Tembagapura.

Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon saat dikonfirmasi awak media, membenarkan bahwa peristiwa ini menelan dua korban dan meninggal dunia.

“Iya benar, terjadi longsor di camp pendulang, dan dua orang meninggal,” kata kapolres.
Sementara itu, Kapolsek Tembagapura Iptu Hasmuliadi menerangkan, terkait banjir yang menyebabkan longsor di sekitaran lokasi pendulangan tradisional area longsoran Kampung Kimbeli, juga menyebabkan jembatan penghubung di Kampung Banti mengalami kerusakan. Sehingga akses dari Mile 68 menuju Kampung Banti dan sekitarnya, terputus.

“Akses ke Banti juga putus, karena jembatan disitu juga rusak,” terang Hasmuliadi.
Sebelumnya, kata Hasmuliadi, pihak kepolisian telah melakukan penyisiran terhadap para pendulang dilokasi kejadian, dan melarang mereka untuk melakukan aktifitas di area tersebut. Namun hal itu tidak di indahkan oleh para pendulang, mereka masih saja melakukan aktifitas mendulang di area rawan longsor tersebut.

“Kita sudah imbau, tapi begitu sudah. Bahkan kita sudah pasang tulisan warning disitu, tapi sama saja,” katanya.


Kedua jenazah korban, kini sudah diberangkatkan ke kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah. Selanjutnya diserahkan ke keluarga untuk di makamkan. (Ricky Lodar/Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment