5 Miliar Dianggarkan untuk Biaya 30 Anak Amor di STIPAN

Bagikan ke Google Plus
Hengky Amisim
SAPA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Mimika menganggarkan Rp5 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017, untuk membiayai perkuliahan 30 anak asli Amungme dan Kamoro (Amor) di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintah Abdi Negara (STIPAN) Jakarta Selatan.

Kabid SDM Setda Mimika, Hengky Amisim, saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (6/7) mengatakan, hingga kini sudah terdaftar sebanyak 48 calon mahasiswa peserta tes program beasiswa Pemkab Mimika untuk ke STIPAN. Akan tetapi, pihaknya menentukan batas waktu akhir penerimaan jatuh pada hari Sabtu (8/7).

“Sampai hari ini (Kemarin-red) sudah ada 48 orang yang mendaftar. Memang yang dibutuhkan 30 orang, tapi kan harus diseleksi terdahulu sehingga bisa terjaring 30 orang dan murni anak Amor,” kata Hengky.

Ia mengungkapkan, dari 48 calon mahasiswa yang telah memasukan berkas, terdapat beberapa orang yang bukan asli Amor. Dan dipastikan beberapa orang tersebut akan digugurkan.

Menurut Hengky, untuk proses seleksi dan tes bagi calon mahasiswa peserta beasiswa Pemkab Mimika tersebut, menunggu hasil konfirmasi bersama pihak STIPAN, sebab tes akan dilakukan langsung oleh pihak STIPAN. 

Sambil menunggu pihak STIPAN yang nantinya akan melakukan tes, Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) pun belum diterima. Dengan demikian pihaknya belum bisa memastikan pemisahan anggaran untuk membiayai perkuliahan ke 30 anak Amor dan biaya pelaksanaan seleksi dan tes.

“Nanti yang di tes itu potensi akademik dan kesehatan. Untuk yang bukan anak Amor itu akan kami gugurkan, karena ini khusus Amor,” tuturnya.

Hengki menambakan, beasiswa yang diberikan Pemkab Mimika terjamin untuk memenuhi semua kebutuhan bagi setiap anak dengan penyaluran setiap enam semester atau tiga tahun.

“Saat si anak masuk kita langsung salurkan beasiswa, dan akan disalurkan tiga tahun kemudian. Intinya untuk memenuhi semua kebutuhan makan, minum, dan keperluan pribadi lainnya,” ujarnya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment