5 Nyawa Melayang Selama Operasi Ramadniya 2017 Polres Mimika

Bagikan ke Google Plus
AKP Samuel Dominggus Tatiratu
SAPA (TIMIKA) - Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Mimika mencatat sebanyak lima warga di Kota Timika tewas di jalan akibat kecelakaan selama berlangsungnya Operasi Ramadniya Matoa 2017 pada jajaran Polres Mimika.

“Dari tiga kasus mengakibatkan meninggal lima orang. Memang laka lantas sangat tinggi,” kata Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Samuel Dominggus Tatiratu saat diwawancara awak media, Rabu (5/7).

Kecelakaan lalu lintas terakhir terjadi di Jalan Yos Sudarso pada Selasa 4 Juli 2017. Pengendara tukang ojek mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Bethioten Akley terlempar dari atas sepeda motor dan meninggal dunia.

Pada Jumat 30 Juni 2017, kecelakaan maut juga terjadi di Kelurahan Wonosari Jaya – SP 4, tiga orang pemuda masing-masing Jumadi Arif, Rando Paskalis Takati dan Angga Kailain Tolando yang berboncengan tiga menabrak truk yang sedang parkir. Akibatnya, Jumadi Arif dan Angga Kailain Tolando meninggal dunia. Sementara Rando Paskalis Takati masih kritis di RSUD Mimika.

Selanjutnya sebelumnya juga akibat minuman beralkohol seorang pengendara Avansa berinisial PK menabrak pengendara sepeda motor atas nama Toni Tabuni, yang saat itu sedang membonceng Lendira Murib pada Rabu 28 Juni 2017, di Jalan Cenderawasih. Akibat tabrakan itu Toni Tabuni dan Lendira Murib meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

Sebelumnya Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengakui, laka lantas yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa merupakan kasus paling menonjol dalam Operasi Ramadniya Matoa 2017 di wilayah hukum Polres Mimika.

"Ini akan jadi bahan evaluasi. Kejadiannya memang sangat disayangkan,” kata Kapolres yang di wawancarai awak media pada Senin 3 Juli 2017.

Operasi Ramadniya 2017 sendiri di gelar selama 16 hari mulai dari tanggal 21 Juni hingga 6 Juli 2017. Salah satu tujuannya adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Operasi Ramadniya 2017 untuk di Polda Papua disebut Operasi Ramadniya Matoa 2017. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment