70 Bidan dan Dokter PTT Belum Kantongi SK CPNS

Bagikan ke Google Plus
Reynold Ubra
SAPA (TIMIKA) – Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengakui, saat ini masih ada 70 tenaga bidan dan dokter berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) belum mengantongi SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Walaupun 70 orang ini sudah dinyatakan lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2016 lalu.

"Memang ada 70 tenaga PTT yang dinyatakan lulus saat tes tahun lalu, tapi SK belum ada. Dan nota persetujuan untuk 70 tenaga PTT masih sementara diurus,”kata Reynold saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (4/7). 

Ia menambahkan, namun yang menjadi permasalahan adalah, apabila SK CPNS itu lama dikeluarkan, maka pihaknya akan kesulitan dan perlu hati-hati untuk memutuskan proses penempatan tugas bagi para PTT tersebut. 

Kenapa demikian? Ia menjelaskan, semua hal yang menyangkut penempatan tenaga PTT berdasarkan petunjuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 36 tahun 2014, tentang status tenaga kesehatan. Dimana pada peraturan tersebut menjelaskan, bahwa ada tiga status, yakni ASN, PTT, dan penugasan khusus.

"Sembari menunggu SK CPNS, saat ini kami lakukan evaluasi penempatan tenaga PTT berdasarkan Permenkes tersebut,”ujarnya.

Selain itu, kata Reynold, evaluasi ini sangatlah penting untuk proses penempatan. Khususnya menyangkut penempatan tenaga bidan. Dimana saat ini jumlah tenaga bidan di Mimika sangat banyak dan tidak sesuai rasio. Dalam arti, rasio penempatan satu bidan untuk melayani 125 penduduk. 

Lanjutnya, namun yang kini terjadi di Mimika adalah sangat terbalik. Dimana 125 bidan yang ada untuk melayani satu penduduk atau masyarakat. Dan ini sangat tidak efisien, apabila dilihat dari sisi anggaran kesehatan.

"Proporsi anggaran kesehatan 70 persen untuk belanja langsung dan 30 persen belanja tidak langsung. Sehingga, kalau dilihat dari rasio tenaga bidan di Mimika, maka sangat tidak efisien, Karenanya, ini perlu dievaluasi untuk penempatannya,”ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment