80 Persen Kampung Belum Ajukan ADD

Bagikan Bagikan



SAPA (TIMIKA)  -  80 persen kampung di Kabupaten Mimika  hingga kini belum mengajukan penyaluran Dana Desa (DD) dan  Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2017.  Hal ini dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Mimika,  Michael R. Gomar, kepada wartawan di Graha Eme Neme Yauware, Jalan Budi Utomo, Selasa (18/7).

Gomar menyebutkan,  dari 133 kampung yang tersebar di 18 distrik,  baru tujuh kampung yang sudah menerima  DD  tahap pertama, begitupun dengan ADD.  

Menurutnya keterlambatan  penyaluran DD dan ADD  bukan  akibat keterlambatan penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Mimika Tahun 2017. Keterlambatan itu lebih pada aparat kampung lambat mengajukan pencairan DD dan ADD.

"Masih banyak kampung yang sampai saat ini belum mengajukan permohonan ke Bagian Keuangan dan Aset Daerah Mimika untuk proses pencairan," ujarnya.

Ia menilai, salah satu faktor keterlambatan pengajuan pencairan DD oleh aparat kampung, karena  sejumlah persyaratan, seperti Anggaran Pendapatan Belanja Kampung (APBK) yang harus dimasukan kedalam aplikasi sistem keuangan desa. 

 "Hal tersebut menyulitkan aparat kampung dalam memasukan dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan dalam penyaluran DD dan ADD tahap pertama," ujarnya. 

Di Kabupaten Mimika sendiri, penyaluran DD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) telah berjalan selama tiga tahun. Dengan rincian pada Tahun 2015 sebesar Rp38,3 miliar lebih, Tahun 2016 sebesar Rp85,9 miliar lebih dan pada Tahun 2017 ini meningkat sebesar Rp108,1 miliar. Sehingga total DD selama tiga tahun sebesar Rp232,4 miliar lebih. 

Sedangkan untuk ADD yang bersumber dari APBD  baru berjalan dua tahun. Dimana pada Tahun 2016 sebesar Rp26,5 miliar lebih,  dan di Tahun 2017 ini sebesar Rp66,5 miliar lebih. Sehingga total ADD selama dua tahun sebesar Rp92,5 miliar lebih. 

Selain DD dan ADD, Pemkab Mimika juga memberikan dana stimulan atau dana Omaleng dan Bassang (OMBAS) kepada masing-masing kampung dan kelurahan sebesar Rp100 juta per tahun sejak Tahun 2014. Terhitung sejak Tahun 2014 hingga 2017, dana stimulan yang dikucurkan untuk 133 kampung dan 19 kelurahan Rp58,9 miliar.(Irsul)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment