Anggaran Peringatan HUT RI ke 72 Dinilai Kurang

Bagikan Bagikan
Pertemuan persiapan anggaran HUT RI ke 72
SAPA (TIMIKA) – Ketua Panitia Pelaksana HUT RI ke 72 Kabupaten Mimika, Demianus Katiop mengatakan, anggaran yang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 72, sebesar Rp600 juta. Besaran anggaran yang diberikan tersebut dinilai kurang, sehingga panitia harus memperketat kebutuhan pada masing-masing seksi.

“Rp600 juta untuk pelaksanaan peringatan HUT RI ke 72 ini kami nilai kurang. Dari hal tersebut, maka panitia pelaksanaan dituntut memperketat penerapan, sehingga besaran anggaran bisa merangkum pelaksanaan hari proklamsi RI ke 72,”Kata Katiop saat memimpin rapat pembahasan anggaran dan laporan laporan kebutuhan anggaran dari setiap seksi diruang pertemuan, lantai III Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (11/7).

Kata dia, dengan besaran anggaran tersebut, maka setiap seksi wajib memaparkan seluruh kebutuhan, serta melaporkan dana yang dibutuhkan secara terperinci.

“Kita mau bagaimana lagi, kalau memang anggaran yang disiapkan hanya sebesar Rp600 juta. Tapi kita coba laporkan saja, semua apa yang akan kita lakukan dan berapa besaran anggaran yang akan dibutuhkan,”ujar Katiop.

Sementara itu Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Mimika, Benediktus Renyaan mengatakan, selama 10 tahun berlalu, anggaran yang dialokasikan untuk menggelar perayaan HUT RI selalu berkisar pada Rp600 juta. Dan besaran ini dinilai tidak bisa merangkul seluruh masyarakat dalam melaksanakannya.

“Ini bukan hal yang baru terjadi. Dimana 10 tahun terakhir ini, kita selalu gelar 17an dengan anggaran Rp600 juta saja. Dan dari tahun ke tahun, panitia selalu bilang dana itu tidak mencukupi,”tutur Benediktus.

Ia menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan kajian terhadap kesalahan-kesalahan yang belum dikelola secara baik. Selain itu, SDM kepanitiaan harus diberikan ketajaman pembelajaran, agar tidak terjadinya penurunan anggaran setiap tahunnya.

Menurut Benediktus, jika dikaji berdasarkan SK yang ditandatangani dan salinannya dari Bagian Hukum, anggaran untuk melaksanakan hari besar nasional khususnya peringatan hari kemerdekaan, telah dianggarakan melalui APBD dan berasal dari sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Dengan demikian, anggaran sebesar Rp600 juta tersebut sangat jauh untuk menjangkau kemeriahan HUT RI, yang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indoenesia di Mimika.

“Kita bisa contohkan DPU yang ditugaskan untuk mengakomodir acara dan hiburan. Sehingga secara personal Kadis PU harus mengeluarkan anggaran yang besarannya diluar dugaan kita. Belum lagi seksi-seksi lain,”tutur Benediktus.

Sedangkan perwakilan Seksi Upacara dari Pangkalan Udara (Lanud) Timika, Kapten Eko Mujiono mengatakan, Lanud Timika telah menyepakati ketentuan Pemkab dalam mengemban Upacara HUT RI. Karena itu, selain persiapan intern, pihaknya akan memulai merekrut anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Kata dia, perekrutan anggota Paskibra merupakan salah satu persiapan yang berat dan membutuhkan dana besar. Sebab dimulai dari seleksi, memberikan asupan gizi, serta menyiapkan seragam.

“Dalam pekan ini, kami sudah mulai melakukan seleksi anggora Paskibra dari sekolah-sekolah. Perekrutan ini sangat lama, karena harus menjaring yang benar-benar berkompoten. Jadi sepanjang itu juga kami harus keluarkan dana,”tutur Eko. 

Sedangkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Setda Mimika, Hendrikus Hayon melaporkan, pihaknya menganggarkan Rp300 juta untuk membiayai beberapa poin penting seperti, publikasi dan dokumentasi, Paskibra, atribut dan pelatihan upacara HUT, pengeras suara, dekorasi, sewa tenda, makan dan minum, termasuk makanan ringan, piala, piagam, serta hadiah lainnya.

“Itu yang tercantum dalam DPA Humas untuk perayaan HUT RI,”tutur  Hendrik

Menanggapi laporan-laporan anggaran yang disampaikan oleh beberapa seksi tersebut, Kapolres Mimika, Victor D Moeckbun  mengatakan, menjadi panitia tidak boleh bertindak seolah-olah baru menghadapi persiapan HUT RI dengan anggaran minim. Hal ini bercermin pada banyak pengalaman yang telah terjadi. Dimana panitia memasukan banyak proposal permohonan dana, akan tetapi ketika sudah dijawab, danapun menghilang tanpa kejelasan.

“Semuanya harus realistis. Jangan sampai dana kita siapkan banyak, tapi tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak dirasakan masyarakat. Karenanya, panitia harus menggunakan dokumen panduan yang lama, dalam menyusun persiapan menjelang HUT RI, agar tidak kebingungan,”tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment