Anggota Panwas Pilkada Sebaiknya Pencari Kerja

Bagikan Bagikan


SAPA (WAMENA) - Masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua menyatakan sebaiknya rekrutmen anggota panitia pengawas pemilu dan pilkada mengutamakan para pencari kerja dan bukan bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau karyawan yang sudah ada tugas dan sibuk dengan pekerjaannya.

"Kami mau perekrutan sesuai dengan peraturan perundang-undang nomor 11 tahun 2015, pasal 85 huruf I, yang menyatakan bahwa perekrutan anggota panwas itu tidak boleh dari ASN atau pegawai lainnya," kata Ricson Chota Togodly, perwakilan masyarakat Mamberamo Tengah saat jumpa pers di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat (28/7).

Ketua Himpunan Mahasiswa Mamberamo Tengah itu mengatakan beberapa tahapan seleksi telah berjalan dan 90 persen dari 35 orang yang lolos anggota panwas berstatus ASN karena belum menyertakan pengunduran diri dari instansi masing-masing.

Mereka mengharapkan tim seleksi panwas memberikan peluang kepada pencari kerja yang merupakan masyarakat pribumi.

"Di Mamberamo Tengah itu banyak pengangguran, kenapa mereka tidak merekrut masyarakat yang belum punya kerja, namun harus meloloskan ASN," katanya.

Menurut dia, usulan itu juga kini didorong oleh masyarakat Mamberamo Tengah di Jayapura ke Bawaslu Papua.

"Kami mau dilakukan pemilihan ulang dalam waktu dekat, dan apabila tidak ditanggapi maka kami akan melakukan aksi demonstrasi ke Sekretariat Tim Seleksi Panwas Mamberamo Tengah," katanya.

Di tempat yang sama, perwakilan perempuan Nella Bilin, mengatakan perlu adanya seleksi ulang sebab tidak ada keterlibatan perempuan di sana.

"Mewakili perempuan di lima distrik di Mamberamo Tengah, saya menyampaikan bahwa ketua seleksi panwas sudah melakukan perekrutan kemarin, namun kami dari perempuan menyampaikan ini harus dibatalkan. Karena sesuai peraturan, jatah perempuan itu 30 persen tetapi kami perempuan tidak diakomodasi," katanya.

Anggota Panwas pemilu dan pilkada akan mendapatkan gaji minimal Rp 6juta per bulan dan biaya operasional. (Ant)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment