Anggota Paskibra Mimika Mulai Latihan PBB

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - 40 pelajar calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara HUT RI ke 72 di Kabupaten Mimika, mulai mengikuti latihan baris berbaris (PBB) yang dibimbing personil TNI AU dari Lanud Timika.

Koordinator latihan anggota Paskibraka Mimika tahun 2017, Letda Tek Slamet Waluyo, mengatakan, 40 pelajar yang telah memulai latihan PBB merupakan perwakilan dari seluruh SMA dan SMK se-Mimika. Dimana tahapan seleksi sudah dilalui pekan kemarin, meliputi tes kesehatan seperti tes urine, dan pengukuran tinggi badan.

“Kami sudah lakukan tahapan seleksi dan terjaring 40 anak. Memang yang ditunjuk dari setiap sekolah ada lima anak, tapi setelah di seleksi kami hanya bisa memilih satu atau dua saja. Hari ini (Kemarin-red) sebagai hari pertama, dan sengaja langsung latihan di halaman pemda sekaligus pengenalan tempat,” kata Letda Slamet, saat ditemui Salam Papua disela-sela latihan PBB dihalaman Kantor Sentra Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih, Kampung Karang Senang - SP 3, Distrik Kuala Kencana, Senin (24/7).

40 calon anggota paskibraka terdiri dari 23 pria dan 17 perempuan. Menurut Slamet, latihan ini akan terus dilakukan hingga puncak perayaan HUT RI, dan terus dilaksanakan di lapangan Sentra Pemerintahan. Hal itu agar 40 pelajar ini bisa menguasai medan atau jalur yang akan dilalui saat upacara HUT RI.

Selama latihan berlangsung, akan dinilai khusus calon anggota paskibraka yang menjadi pasukan pembawa baki dan pengibar bendera pusaka merah putih.

“Kami juga sambil menilai, kira-kira siapa yang bisa membawa baki dan memimpin pasukan di setiap kelompok,” kata Letda Slamet.

Berdasarkan standar keanggotaan paskibraka, semua pelajar harus memiliki tinggi badan proposional, yakni untuk pria memiliki tinggi badan 170 cm, sedangkan untuk wanita adalah 160 cm dan minus 150 cm.

Sedangkan untuk pemimpin pasukan atau setiap kelompok, serta pembawa baki dan pengibar bendera, difokuskan secara khusus bagi anak-anak asli Mimika atau Papua. Menurut Slamet, kekhususan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua, khususnya Mimika, membuktikan diri mereka mampu dan juga merupakan putra-putri Bangsa Indonesia.

“Bukan berarti kami mau mengkotak-kotakkan suku. Tapi kami ingin putra dan putri Mimika juga merasakan bahwa mereka juga anak Indonesia. Apalagi kalau secara fisik, anak Papua memang mampu dan bisa untuk jadi pembawa baki dan pengibar bendera,” tutur Slamet.

Untuk pasukan 45 yang merupakan gabungan TNI dan Polri, akan digabungkan mulai 8 Agustus nanti, sekaligus fokus latihan pasukan pengawal bendera.


"Pasukan 45 mulai bergabung tanggal 8 Agustus nanti, untuk sekarang kita masih melakukan seleksi juga di setiap satuan, karena mereka juga harus diseleksi,” ungkapnya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment