Antisipasi Pendangkalan Sungai, DishubKominfo Lelang Pengerukan Sungai

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Mimika, John Rettob mengatakan, tahun ini  Dishubkominfo  akan melakukan pengerukan di dua lokasi berbeda. Pengerukan itu  untuk mengantisipasi terjadinya pendangkalan  arus sungai.
“Jadi untuk pengerukan itu panjangnya hampir dua kilo di dua titik, satu lokasi  di daerah bantaran sungai,  itu  full restorasi dan yang satunya dimuara Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat,” kata John Rettob ketika di temui di resto 66 jalan Cenderawasih, Rabu (19/7).
Menurut John pengerukan yang dilakukan di muara Kokonao untuk alur sungai.  Sehingga sungai  tidak terjadi pendangkalan. Karena selama ini terjadinya pendangkalan akibat dari aktivitas pertambangan Freeport. Selain itu, pengerukan dilokasi yang berbeda  nantinya akan dilakukan di bantalan harus melalui 4 segment. Di lokasi ini  membutuhkan waktu yang lama dan anggaran yang besar. Meskipun begitu, John mengaku berupaya memaksimalkan  anggaran yang tersedia saat ini.
“Pengerukan dimuara Kokonao itu dibuat untuk alur sungai, sehingga alur sungai tersebut bisa dilalui Kapal Feri. Hanya, persoalannya kata John kalau Kapal Feri  bisa masuk pengerukannya membutuhkan biaya yang sangat besar dan membutuhkan studi ulang. Untuk bantaran sungai ada 4 segment yang harus kita lakukan,” jelasnya.
Dia mengaku walau waktu  yang tersisa tinggal beberapa bulan kedepan. Pihaknya tengah melakukan lelang dan berkoordinasi dengan konsultan untuk menangani proyek pengerukan tersebut. Waktu yang tersisa cuma beberapa bulan kedepan. Namun, ia  optimis  bisa diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran.
“Yang jelas anggaran tahun ini belum bisa menyelesaikan satu segment. Tapi kita lelang dululah, sekarang kita sudah lelang dulu,” katanya.
Menjawab media ini soal besar anggaran, ia mengaku berkaitan dengan anggaran yang akan digunakan untuk pengerjaan proyek  itu tidak mengetahui persis. “Anggarannya saya tidak tahu berapa. Saya tidak begitu hafal,  tapi yang jelasnya ada dua titik dan kalau total semua itu mahal sekali,” akunya. (Ricky Lodar).  
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment