Antonius Wanmang Dipindahkan ke Lapas Abepura

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Terpidana seumur hidup kasus penembakan, Antonius Wanmang, pada  Selasa (25/7) telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Jayapura, Papua. Sebelumnya Antonius Wanmang  menjalani hukuman  kurang lebih 12 tahun di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta.

Demikian disampaikan, anggota Komisi I DPRP Papua, Wilhelmus Pigai yang memediasi pemindahan terpidana Antonius Wanmang dari Lapas Cipinang Jakarta ke Lapas Kelas II A Abepura.
Dia mengatakan upaya pemindahan terpidana kasus penembakan pada tahun 2002 silam di Mile 62-63, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, yang menewaskan sejumlah guru Sekolah Internasional YPJ Tembagapura dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP).

Dasar pertimbangan DPRP Papua memindahkan Antonius Wanmang ke Lapas Kelas II A Abepura agar bisa lebih dekat dengan keluarganya. Karena, Antonius Wanmang semasa menjalani masa hukuman 12 di Cipinang tidak pernah dikunjungi keluarganya. Permohonan awal yang bersangkutan dimediasi supaya dipindahkan ke Mimika tidak dikabulkan. Alasannya  Lapas Kelas IIB Timika tidak memungkinkan untuk terpidana seumur hidup.

"Jarak cukup jauh, dengan biaya transportasi cukup besar. Dengan demikian kami upayakan, paling tidak Anton bisa dipindahkan ke Papua. Sehingga,  jika terjadi apa-apa, keluarganya bisa cepat mengambil tindakan," jelas Wilhemus, Rabu (26/7).

Anggota DPRP yang berasal dari Mimika ini menegaskan, upaya yang dilakukan DPRP semata-mata atas pertimbangan kemanusiaan. Dan bahkan, dia mengaku upaya itu telah dilakukannya sejak masih duduk di kursi DPRD Mimika hingga saat ini duduk di kursi DPRP.

“Apa yang kita lakukan atas dasar permintaan keluarga kepada DPRD (Saat itu masih duduk di kursi DPRD Mimika-Red). Bagaimanapun juga, siapapun dia, dari kelompok manapun, kami sebagai wakil rakyat berkewajiban memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan mereka,” tegasnya.

Bahkan, kata dia, upaya serupa juga telah dilakukan terhadap sejumlah terpidana kasus yang sama, diantaranya Pendeta Isak Onawame, Jairus Jikwa serta beberapa orang lainnya. Mereka itu, kini telah mendapatkan pembebasan bersyarat dari Pemerintah Indonesia.

“Tinggal Anton saja, karena pidana seumur hidup. Ada tiga upaya yang dilakukan, yaitu, permohonan grasi, remisi perubahan pidana dari seumur hidup menjadi pidana sementara dan pemindahan Anton ke Papua,” katanya.

Sementara itu terkait dengan permohonan grasi terhadap Antonius Wanmang, juga diperkuat dengan surat dari DPRP yang ditandatangani langsung Ketua DPRP, Yunus Wonda. Permohonan ini telah dikirimkan ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Kami mendapat informasi bahwa Presiden telah memerintahkan untuk melakukan pemberkasan, mulai dari LP Cipinang tempat penahanan awal Antonius Wanmang," ujarnya.

Sedangkan remisi perubahan pidana seumur hidup menjadi pidana sementara, kini juga telah diajukan ke Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly di Jakarta.

Ia berharap, pada hari ulang tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus nanti, Antonius Wanmang bisa mendapatkan hak remisi itu.

"Kalau bisa mendapat remisi menjadi pidana sementara, berarti bisa dikurangi pidananya menjadi 20 atau 15 tahun. Dan nanti dihitung dengan masa pidana yang sudah dijalani selama sekitar 12 tahun. Dari situ kita bisa urus pembebasan bersyarat,” harapnya.

Tidak lupa Wilhelmus juga meminta dukungan kepada semua pihak yang memiliki rasa kepedulian terhadap Antonius Wanmang, terlebih lagi masyarakat Papua, khususnya masyarakat Mimika.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung upaya ini," ujarnya.

Untuk diketahui, terpidana kasus penembakan sejumlah guru sekolah internasional YPJ Tembagapura di Mile 62-63 pada tahun 2002 silam, seluruhnya berjumlah tujuh orang. Lima terpidana lainnya sebelumnya telah bebas, mereka itu adalah Pendeta Isak Onawame, Esau Onawame, Yulianus Deikme, Yopi Kasamol dan Jairus Jikwa.


Sementara itu satu terpidana lainnya atas nama Hardi Tsugumol, pada tahun 2006 silam telah meninggal dunia saat masih dalam status penahanan di Mabes Polri, Jakarta. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment