Bagian Ortal Anggarkan Rp150 Juta Untuk Mesin Absensi

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Kepala Bagian Organisasi Tata laksana (Kabag Ortal) Setda Mimika, Abraham Kateyau mengatakan, tahun ini pihaknya akan melakukan pengadaan penambahan alat absensi sidik jari atau elektronik dengan total anggaran sebesar Rp150 juta.

Kata dia, jumlah anggaran tersebut kurang jika dibandingkan dengan yang telah diusulkan. Karena selain untuk pengadaan alat, pihaknya harus mengirimkan beberapa staf dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan pelatihan di luar Mimika. Sehingga bisa dijadikan sebagai operator khusus untuk menginput data absensi elektrik.

“Padahal kita sudah agendakan mengirim staf untuk pelatihan supaya menjadi operator mesin absensi. Tapi yang dialokasikan hanya untuk pengadaan alat saja,”kata Abraham saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (11/7).

Abraham menjelaskan, jumlah mesin absensi sidik jari yang sudah diadakan 2015 lalu sebanyak 15 unit. Akan tetapi, kemungkinan dikarenakan lama tidak difungsikan, maka dua dari 15 unit tersebut, sudah eror dan tidak bisa difungsikan. 

Lanjutnya, selain itu, yang menjadi kendala utama tidak berfungsinya absensi elektronik tersebut, dikarenakan tidak tersedianya operator khusus.

“Kita belum cek ulang, karena siapa tahu yang rusak sudah lebih dari dua unit. Kami cuma tidak ada operator saja, makanya semua tidak difungsikan,”ungkapnya. 

Menurut Abraham, untuk dalam lingkup Kantor Sentra pemerintahan seharusnya sudah memadai dengan alat yang sudah tersedia. Namun jika harus diadakan yang baru maka akan dipakai untuk kantor-kantor dinas di luar Sentra pemerintahan.

“Kalau kita beli baru, itu berarti untuk mengganti yang rusak, dan untuk kantor-kantor dinas di luar Sentra Pemerintahan. Intinya kita cuma butuh operator saja,”ungkapnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment