Bantuan Sarana Tangkap Banyak yang Dijual Nelayan Asmat

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Asmat, Sukarno mengatakan ada sekitar 1500-an kelompok nelayan lokal di Kabupaten Asmat. Kelompok-kelompok nelayan itu dibentuk sejak beberapa tahun terkahir.

Menurut Sukarno, pembentukan kelompok-kelompok nelayan itu seiring dengan mengalirnya bantuan-bantuan pemerintah di sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat asli Papua di daerah tersebut.

“Kita ada sekitar 1500-an kelompok nelayan. Sebagian besar anggota kelompok adalah masyarakat asli Papua,” katanya, baru-baru ini.

Masih menurut dia, hampir di semua kampung ada kelompok nelayan lokal. Setelah-setelah kelompok-kelompok itu dibentuk, pemerintah menyalurkan bantuan berupa jaring, viber longboat, motor tempel dan peralatan lainnya.

Ia mengungkapkan, sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 atau selama lima tahun, bantuan jaring, longboat, motor tempel dan peralatan lainnya kepada kelompok nelayan lokal diproyeksikan sekitar 1500-2000 unit.

“Setiap tahun kita pengadaan viber, motor tempel dan jaring, itu sekitar 100-150. Itu dibagi per kelompok yang ada di kampung. Bukan perorangan,” tuturnya.

Kendati banyak bantuan yang disalurkan, Sukarno mengaku perhatian pemerintah itu belum memberikan efek atau dampak yang baik bagi masyarakat. Pasalnya, masih sangat minim kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan bantuan-bantuan tersebut.

“Itu semua hibah, tapi karena merasa memiliki, ada yang menjual. Padahal sebelum penyerahan, kita sudah buat surat pernyataan. Kami bahkan mengawasi dan pantau, tapi mau bagaimana, mereka jual begitu saja,” ungkapnya.

Persoalan jual beli bantuan pemerintah itu sudah disampaikan kepada pimpinan daerah maupun pihak hukum. Ke depan, katanya, penyerahan bantuan sarana tangkap akan disertai pakta integritas. Akan ada konsekuensi hukum jika penerima manfaat menjual kembali sarana-sarana bantuan pemerintah.

“Kita juga sudah kasih penomoran, sumber dana dan tanda-tanda lainnya pada viber maupun motor tempel. Tapi begitu tetap ada yang menjual. Ke depan kita bawah ke ranah hukum agar diproses dan tidak ada lagi yang menjual bantuan tersebut,” katanya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment