Begini Proses Pelaku yang Mengatakan Bom di Pesawat

Bagikan ke Google Plus
SAPA (TIMIKA) – Proses terhadap pelaku yang merupakan penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 653 dari Timika menuju Denpasar dan Jakarta, diselesaikan secara kekeluargaan bersama pihak maskapai. Pelaku meminta maaf atas candaannya yang mengatakan ada bom didalam kopernya.  

“Pelaku sudah meminta maaf kepada pihak maskapai dalam hal ini Garuda Indonesia, dan kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, Selasa (11/7) di Kantor Pelayanan Polres Mimika.

Selain meminta maaf, pelaku yang berinisial WH (36) ini juga membuat pernyataan tertulis agar tidak melakukan lagi perbuatan seperti yang sudah dilakukannya pada Minggu 10 Juli 2017 didalam pesawat Garuda dan didengar pramugari.

“Penyelesaian masalah ini dilakukan oleh pihak Polsek Bandara dan pelaku membuat surat pernyataan tidak akan melakukan ataupun mengulangi perbuatan ini lagi,” kata Dion, sapaan akrab Kasat Reskrim.

Berdasarkan informasi yang didapat, ternyata pelaku WH karakteristik orangnya sering melontarkan hal-hal yang lucu, seperti suka bercanda dan melakukan Mob (berguyon). Sehingga mungkin saja dianggapnya tidak masalah ketika ditanya oleh saksi PT (43) apa isi didalam koper lalu mengatakan bom. Kebetulan saksi PT dan pelaku WH saling kenal, maka secara tidak sengaja dilontarkanlah kata bom sebagai candaan ketika keduanya hendak berangkat menggunakan pesawat yang sama.

“Tidak ada motif lain, hanya saja pelaku ini sangat suka Mob. Pihak airlines juga tidak akan melanjutkan atau memperpanjang masalah ini, dan hal ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dimana proses damainya sudah diselesaikan oleh Kapolsek Bandara,” jelasnya.

Sebelumnya WH dan PT terlibat obrolan singkat saat memasukkan tas koper ke dalam bagasi kabin pesawat. Dimana dalam obrolan tersebut PT bertanya kepada WH “Ko isi apa di dalam tas?" lalu dijawab oleh WH "Bom".

Kebetulan tidak jauh dari mereka terdapat seorang pramugari yang ikut mendengar langsung perkataan WH, kemudian melaporkan hal itu ke petugas keamanan. Tidak lama petugas di Bandara Mozes Kilangin langsung menurunkan WH dari atas pesawat dan diamankan ke Kantor Pelayanan Polres Mimika. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment