Beragam Kegiatan Rayakan HUT Bhayangkara di Mimika

Bagikan ke Google Plus
AKBP Victor Dean Mackbon
SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beragam kegiatan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 71 di Kabupaten Mimika.

“Yang pasti akan ada upacara, tabur bunga, syukuran, lomba dan bakti sosial. Nanti personil polres tanding Futsal dengan rekan-rekan wartawan,” kata kapolres saat di wawancara awak media, di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Senin (3/7).

Seperti di ketahui, HUT Bhayangkara jatuh pada tanggal 1 Juli setiap tahunnya. Namun pada tahun 2017 ini instruksi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bahwa puncak perayaan HUT Bhayangkara di mundur ke tanggal 10 Juli, hal ini dikarenakan Polri masih menggelar Operasi Ramadniya hingga 6 Juli mendatang.

“Teman-teman kita sebagian besar saat ini masih di pos-pos pengamanan, masih di jalur jalur mudik. Makanya pimpinan Polri memutuskan peringatannya setelah pengamanan lebaran (Operasi Ramadniya),” jelas Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar baru-baru ini ketika melakukan kunjungan kerja di Timika.

Sejarah singkat, kepolisian awalnya berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara. Saat itu kepolisian hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung. 

Pada tanggal 1 Juli 1946 dengan adanya Penetapan Pemerintah tahun 1946 No.11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini. Nama Bhayangkara sendiri di ambil dari nama pasukan pengamanan yang dibentuk oleh Patih Gajah Mada untuk melindungi Raja dan Kerajaan Majapahit saat itu.

Sebagai bangsa dan negara yang berjuang mempertahankan kemerdekaan maka Polri di samping bertugas sebagai penegak hukum, juga ikut bertempur di seluruh wilayah Republik Indonesia. Polri menyatakan dirinya “combatant” yang tidak tunduk pada Konvensi Jenewa. Polisi Istimewa diganti menjadi Mobile Brigade, sebagai kesatuan khusus untuk perjuangan bersenjata, seperti dikenal dalam pertempuran 10 November di Surabaya, di front Sumatera Utara, Sumatera Barat, penumpasan pemberontakan PKI di Madiun, dan lain-lain. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment