Berat Badan Bisa Diselesaikan dengan Akupunktur

Bagikan Bagikan

SAPA (JAKARTA) - Bentuk tubuh indah dan berat badan yang ideal tentu menjadi dambaan setiap orang, khususnya wanita.
Beberapa wanita berani melakukan segala cara agar mendapatkan kedua hal tersebut. Namun, ada juga yang berusaha sekadarnya, menjalani cara sederhana sesuai kemampuannya. Saat ini banyak wanita yang mulai resah dengan obesitas.
Obesitas merupakan sebuah kondisi kronis di mana terjadinya penumpukan lemak dalam tubuh sehingga melebihi batas yang baik untuk kesehatan. Pengukuran berat badan serta kaitannya dengan kesehatan ini bisa diukur melalui penghitungan indeks massa tubuh (IMT). Dua hal utama yang menyebabkan seseorang terkena obesitas adalah pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik.
Seseorang yang banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam bentuk gula dan lemak, ditambah gaya hidupnya yang tidak banyak bergerak, rentan mengalami obesitas. Menurut Dokter Spesialis Akupunktur RS Evasari dr Ainil Masthura, angka obesitas saat ini semakin tinggi, dari data pada 2013, Indonesia masuk dalam 10 besar dengan 40 juta orang dengan obesitas.
“Paling banyak itu perempuan karena aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, biasanya jika memberi makan anak, makanannya tidak habis, ibunya yang makan. Pada laki-laki identik dengan pekerjaan, seperti yang suka bekerja malam,” kata dr Ainil.
Namun, saat ini ada cara untuk mendapatkan tubuh langsing. Salah satu metode yang cukup populer saat ini adalah metode akupunktur. Menurut dr Ainil, dalam obesitas, termasuk diabetes, kolesterol membuat tidak nyaman.
Ada beberapa metode akupunktur saat ini, yaitu akupunktur manual, elektro akupunktur, laser akupunktur, dan tanam benang. “Masing masing kondisi orang berbeda, tapi biasa yang dipakai adalah elektro akupunktur untuk menurunkan berat badan, sementara untuk basic dan pembentukan lebih bagus tanam benang. Laser juga bagus untuk obesitas, tetapi karena fasilitasnya masih sedikit, jadi jarang digunakan,” papar dr Ainil.
Dia memaparkan bahwa cara kerja elektro akupunktur hampir sama dengan akupunktur manual. Yang membedakan adalah elektro akupunktur memakai alat simulator dan listrik, efeknya untuk mengurangi nafsu makan lebih dominan.
“Kalau manual mungkin ada efek, tapi sedikit. Dengan elektro akupunktur frekuensi tinggi, perut menjadi lebih enak, nyaman, tidak sakit, tidak kembung,” ucap dr Ainil. Dia menilai, untuk penurunan berat badan dengan elektro akupunktur, efek yang ditimbulkan tergantung kondisi pasien karena pasien harus mengimbanginya juga dengan diet dan olahraga.
“Kalau kita bicara pengguna diet saja untuk menurunkan berat badan, itu kan susah. Bisa menahan lapar, tapi begitu lapar, makannya lebih banyak. Nah, dengan akupunktur ini, sama seperti mengatur pola makan, makannya pagi, mengurangi yang manis-manis, berlemak, dan makan makanan yang mengandung serat. Dengan akupunktur, dietnya jadi lebih nyaman,” ungkapnya. Dr Ainil memberikan saran cara menyeimbangkan diet, olahraga, dan akupunktur secara bersamaan. (Okz)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment