Berkas Administrasi 56 Calon Mahasiswa STIPAN Belum Lengkap

Bagikan ke Google Plus
Hengki Amisim
SAPA (TIMIKA) - Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Mimika menyatakan, sebanyak 56 peserta calon mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) yang akan ikut dalam program beasiswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika masih belum dilengkapi. 56 peserta calon mahasiswa tersebut diminta untuk segera melengkapinya sebelum dilakukan verifikasi.

“Mereka mendaftar tapi tidak ada ijazah dan nilai. Jadi segera lengkapi, segera minta transkrip nilai sementara atau surat keterangan dari sekolah,” kata Kepala Bagian (Kabag) SDM Setda Mimika, Hengki Amisim, S.Sos, Selasa (11/7).

Kebanyakan para peserta calon mahasiswa yang mendaftarkan diri merupakan lulusan tahun ajaran 2016/2017, sehingga masih banyak berkas akademik seperti ijazah dan transkrip nilai masih berada di sekolah, atau belum diterbitkan. “Pihak sekolah sebaiknya juga ikut mendukung,” ujar Hengki.

Pendaftaran calon mahasiswa program beasiswa Pemkab Mimika sebelumnya telah dibuka Bagian SDM Setda Mimika sejak sebulan lalu, dan resmi ditutup pada hari Senin (10/7) kemarin. 

Nantinya setelah proses verifikasi berkas, tim dari STIPAN Jakarta akan datang ke Timika untuk melaksanakan Tes Potensi Akademik (TPA) bagi para peserta calon mahasiswa, itu rencana dilakukan selama dua hari, tanggal 25 - 26 Juli 2017. 

Nantinya peserta yang dinyatakan lulus TPA, selanjutnya akan mengikuti tes kesehatan yang difasilitasi oleh Bagian SDM Setda Mimika. 

"Hasil tes kesehatan juga akan kami serahkan ke STIPAN. Jadi kelulusan 30 anak ini seluruhnya ditentukan oleh STIPAN, tidak ada lagi istilah titipan,” tegas Hengki.

Pemkab Mimika telah melakukan MoU dengan STIPAN Jakarta pada tahun lalu. Dengan kerjasama itu Pemkab Mimika akan mengirimkan sebanyak 30 mahasiswa asli Mimika untuk melanjutkan pendidikan tinggi di STIPAN Jakarta. Program beasiswa Pemkab Mimika tersebut di khususkan bagi anak-anak asli Amungme dan Kamoro (Amor). 

Mereka yang nantinya dinyatakan lulus tes pada tahun ini akan masuk asrama pada bulan Agustus mendatang dan tanpa dibebani biaya apapun.

Tahun ini Pemkab Mimika menganggarkan Rp5,3 miliar bagi 30 mahasiswa ke STIPAN dan untuk enam semester dari APBD Mimika. Biaya dua semester berikutnya akan dianggarkan tahun berikutnya.

Namun, sebelum mereka yang dinyatakan lulus tes dan diberangkatkan ke asrama di Jakarta, akan ada kesepakatan antara Bagian SDM Setda Mimika dengan orangtua dari 30 mahasiswa yang telah dinyatakan lulus tersebut, dan itu wajib dilakukan. Isi surat kesepakatan anara lain orangtua bersedia anaknya belajar di STIPAN, dan bila terjadi hal-hal di luar MoU, maka Pemkab Mimika tidak bertanggung jawab.

“Misalnya ada yang hamil atau mabuk-mabukan, itu diluar tanggung jawab pemkab, dan orangtua harus ganti biaya yang dikeluarkan pemkab jika anaknya drop out atau dikeluarkan dari STIPAN. Karena banyak yang mau, tapi 30 anak ini yang dapat kesempatan. Maka manfaatkan kesempatan ini dengan baik,” terang Hengki. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment