Berkas Korupsi Dana Insentif Guru Dinyatakan Lengkap

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Kejaksaan Negeri Timika akhirnya menyatakan berkas perkara dugaan korupsi dana Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau dana insentif tahun 2015 di Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika telah lengkap.

Saat ini Kejari Timika memang belum melayangkan surat P-21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap ke pihak penyidik. "Sudah lengkap dan berkas perkaranya tidak akan dikembalikan lagi," kata Kejari Timika, Alex Sumarna SH MH kepada wartawan, Sabtu (22/7).
Alex menjelaskan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap maka dalam waktu dekat kasus tersebut memasuki tahap penuntutan oleh pihak kejaksaan.

Korupsi di lingkungan Dispendasbud Mimika tersebut terindikasi merugikan negara hingga Rp 5,3 miliar. Penyidik Polres Mimika menetapkan empat orang tersangka. Namun selama proses penyidikan, keempat tersangka tak ditahan.

"Masalah penahanan kita akan lihat situasi dan kondosinya, apa perlu ditahan atau tidak," kata Kejari.
Dalam kasus tersebut, Kejari Timika telah dua kali mengembalikan berkas perkara untuk dilengkapi penyidik Polres Mimika.

Indikasi korupsi dalam pembayaran dana insentif guru-guru di Kabupaten Mimika pada Desember 2015 mencuat setelah sejumlah guru menggelar aksi unjuk rasa di beberapa tempat di Kota Timika yaitu di depan Bank Papua dan depan SMP Negeri 2 Mimika.

Para guru yang menggelar aksi unjuk rasa merasa tidak puas karena tidak menerima dana insentif dari Pemkab Mimika. Padahal rekan guru lain menerima dana tersebut.

Pembayaran dana insentif guru-guru di Kabupaten Mimika yang bersumber dari APBD didistribusikan dua kali dalam setahun. Nilai insentif guru memang menggiurkan. Pembayarannya dibagi dalam empat kategori yaitu sekolah dalam kota Rp 9 juta per guru per semester, sekolah pinggir kota Rp 9,6 juta, sekolah jauh dari kota Rp 12 juta, dan sekolah sangat jauh dari kota Rp 15 juta per guru per semester. (Markus Rahalus)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment