Berkas Pencabulan Anak di SP 1 Masuk Tahap 1

Bagikan Bagikan
Ipda Stevany Selvia Tahapari
SAPA (TIMIKA) - Penyidik Reskrim Polres Mimika unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), telah melimpahkan berkas perkara kasus pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di Kelurahan Kamoro Jaya – SP 1, dengan tersangka berinisial W. Berkas perkara diserahkan penyidik ke kejaksaan untuk diteliti, atau sering disebut juga dengan tahap 1.

“Berkasnya sudah diserahkan ke kejaksaan pada Selasa 11 Juli 2017 siang untuk diteliti,” kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan melalui Kanit PPA, Ipda Stevany Selvia Tahapari, Selasa (11/7) di Kantor Pelayanan Polres Mimika.

Kanit PPA atau yang sering disapa Vani, mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan oleh penyidik, pelaku telah mengakui perbuatannya terhadap korban yang merupakan seorang pelajar dan berinisial AS (11).

“Setelah mendalami kasus dan merampungkan semua keterangan, penyidik nyatakan berkas lengkap, sehingga sudah dilimpahkan ke jaksa untuk kembali di teliti disana,” tutur Vani.

Seperti diberitakan Salam Papua sebelumnya, peritiwa pencabulan anak dibawah umur tersebut terjadi pada Kamis 20 April 2017 di Kelurahan Kamoro Jaya - SP 1, sekira Pukul 16.00 WIT. Namun kejadian pencabulan itu baru dilaporkan orangtua korban ke Polres Mimika pada Kamis 27 April 2017.

Dimana korban yang berinisial AS dan merupakan seorang pelajar, dan bertempat tinggal di Mapurujaya, Distrik Mimika Timur menjadi korban aksi pencabulan yang dilakukan tersangka W. 

Berdasarkan penuturan orangtua korban, keterangan yang diperoleh dari korban bahwa pelaku pencabulan melakukan aksi bejatnya dengan cara memaksa korban. Akibat dari perbuatan bejat itu korban mengalami kesakitan pada alat vital dan mengadukan hal itu kepada orang tuanya. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Mimika untuk ditangani pihak medis.

Selang beberapa waktu setelah kasus ini dilaporkan, tim dari Polres Mimika berhasil membekuk tersangka untuk selanjutnya mempertanggungjawabkan perbuatannya dan berhadapan dengan hukum. (Markus  Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment