BPKAD Belum Terima Data Utang Pajak

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Kepala Badan Penglolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marten Papi Malisa menanggapi adanya laporan dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi yang melaporakan utang pajak mobil dinas sebagai aset Milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika Rp1,5 Triliun lebih mengakui  belum menerima data dari Dispenda Mimika.

“Saya belum mengetahui adanya hutang pajak sebesar 1,5 triliun itu. Karena memang yang lebih mengetahui urusan pajak itu di Dispenda. Sekarang saya belum terima data terkait hal itu dari Dispenda,” ujarnya  saat di wawancarai di Kantor BPKAD, Selasa (25/7).

Menurutnya persoalan pajak itu yang mengetahui secara detail Dispenda. Namun, ia mengaku persoalan pajak belum bisa dibahas. Karena, berdasarkan aturan dalam hal  anggaran pengadaan dan pajak kendaraan dinas lingkup Pemkab Mimika di setiap tahunnya merupakan tanggungjawab masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Meskipun, BPKAD yang mengeluarkan anggaran pengadaan kendaraan, akan tetapi yang mengusulkan dilakukan dari SKPD terkait.

“Memang secara administrasi pengadaan kendaraan tersebut dilakukan BPKAD. Tapi pengadaan itu disesuaikan dengan yang diusulkan SKPD terkait. Itu berarti pajaknya tetap dibayarkan SKPD yang bersangkutan,” ujarnya.

Berkaitan dengan pendataan khusus kendaraan dinas di lingkup pemkab Mimika, dia  menjelaskan sebenarnya pendataan kendaraan dinas sudah sering dilakukan. Persoalannya ada kebiasaan para pejabat ketika dimutasi jabatan, kendaraan dinas juga ikut bersam yang bersangkutan.

Diakuinya pendataan dan penertiban hingga upaya penarikan kendaraan dari dinas dilingkup Pemkab Mimika pernah dilaksanakan. Tetapi, ada yang beralasan masih membutuhkan kendaraan operasional di tempat  tugas yang baru, maka penarikan pun diberhentikan.


“Pendataan khusus itu tidak mungkin kita lakukan secara paksa. Karena kebiasaan kita di Mimika, kalau ada yang pindah berarti kendaraanya ikut pindah,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment