Data e-KTP Masyarakat Tertahan di Pusat

Bagikan ke Google Plus
Jhon Wicklif
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Jhon Wicklif Tegai mengatakan, sebagian besar data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) milik masyarakat Mimika, khususnya yang memulai perekaman sejak 15 November 2016 lalu hingga saat ini, masih tertahan di gudang data (warehouse) Ditjen Kependudukan. 

“Dengan tertahannya data di pusat, maka untuk sementara saat ini, Disdukcapil masih menggunakan surat keterangan sementara dengan jangka perpanjangan waktu (update) per tri wulan,”kata Jhon Wicklif Tegai saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Kamis (13/7).

Jhon mengatakan, penahanan data tersebut bukan dikarenakan persoalan jaringan. Namun dicurigai karena situasional atau permasalahan lain yang berhubungan dengan administrasi yang belum dibereskan.

“Ini bukan lagi persoan jaringan. Tapi bisa saja karena ada persoalan administrasi, sehingga data masih tertahan. Karenanya, untuk data yang terekam sejak 15 November 2016 lalu, hingga saat ini terpaksa pakai surat keterangan sementara,”ungkap Jhon.

Jhon mengakui, ada kecurigaan terkait penuntasan pembayaran kontrak kepada konsultan IT. Menurut Jhon, memang di pusat memiliki banyak tenaga IT, akan tetapi dalam pekerjaannya harus melibatkan pihak ke tiga sebagai pengelola.

“Kan data yang sudah kita rekam dikirim ke pusat untuk kemudian dari pusat menentukan NIK. Tapi kalau sudah ada masalah, sudah pasti datanya akan tertahan di sana,”tuturnya.

Dijelaskannya, semenjak disalurkannya 10 ribu blanko 8 Mei lalu, hingga saat ini telah dicetak dan diedarkan 2500 keping e-KTP. Dengan demikian menurut Jhon, masih tersisa 7500 blanko harus dicetak, dan diberikan kepada semua masyarakat yang telah melakukan perekaman sebelumnya.

“Masyarakat yang melakukan perekaman sebelum 15 November 2016 lalu, sudah mendapatkan e-KTP. Namun setelah tanggal itu, datanya masih tertahan di pusat,”tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment