DD, ADD, dan Dana Ombas Harus Dikelola Secara Efektif

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Plt Sekda Mimika, Alfred Douw mengatakan, karena DD dan ADD ini jumlahnya cukup besar, maka diperlukan mekanisme kontrol dari masyarakat untuk mengawasi penggunaannya. Ini dilakukan, agar dana tersebut dipergunakan lebih efektif dan sesuai dengan peruntukannya, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikan Plt Sekda Mimika, Alfred Douw yang mewakili Bupati Mimika Eltinus Omaleng,SE.,MH saat membuka Rapat Kerja (Raker) Pendampingan Pemberdayaan Distrik dalam rangka penyusunan Anggaran Pembangunan Belanja Kampung/Rencana Kerja Pemerintah Kampung (APBK/RKPK), yang dilaksanakan di Graha Eme Neme Yauware, pada Kamis (20/7).

Douw mengatakan sana desa adalah anggaran bagi desa dan desa adat, yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota. Dimana anggaran ini digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat dan kemasyarakatan.

“Dana desa bersumber dari belanja pusat, dengan mengefektifkan program berbasis desa yang dialokasikan secara merata dan berkeadilan,”katanya.

Sementara untuk Alokasi Dana Desa (ADD) adalah dana yang dialokasikan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota. ADD merupakan dukungan dana oleh pemerintah pusat dan daerah pada pemerintah desa, dalam upaya peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Pemkab Mimika berkomitmen melakukan pembangunan dari kampung ke kota, sesuai nawacita Presiden RI dan visi misi Bupati Mimika. Hal ini karena, alokasi anggaran untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kampung, wajib dilakukan pemerintah daerah,”terangnya.

Kata dia, untuk mendukung program tersebut, maka Pemkab Mimika mengeluarkan kebijakan lain, yakni dengan memberikan dana stimulant Ombas. Dimana dana ini dimulai pada tahun anggaran 2014-2017 yang diberikan kepada 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika.

“Dana stimulant Ombas, sebagai dukungan dari Pemkab Mimika terhadap adanya DD dan ADD. Sehingga pemerintahan kampung bisa melaksanakan dan mengembangkan pemerintahan, pembangunan di kampung lebih optimal,”jelasnya.

Ia menambahkan, karena DD dan ADD ini jumlahnya cukup besar, maka diperlukan mekanisme kontrol dari masyarakat untuk mengawasi penggunaannya. Ini dilakukan, agar dana tersebut dipergunakan sesuai dengan peruntukannya, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lanjutnya, terkait hal tersebut BPM melaksanakan sosialisai, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kepala desa terhadap pengelolaan DD yang berasal dari APBN. Ini dilakukan, agar dana tersebut dapat dikelola dengan baik dan tepat sasaran serta sesuai dengan peraturan. Dan untuk melakukan pengawalan ADD, telah disiapkan sistim keuangan desa (Siskeudes) yang bertujuan untuk mempermudah aparat desa dalam melaksanakan tata kelola keuangan desa secara efektif dan efisien.

“Saya harap melalui kegiatan ini, peserta mampu memahami pengelolaan keuangan desa dengan baik dan benar. Serta memahami proses perencanaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”ungkapnya.

Untuk diketahui dana desa yang bersumber pada APBN, pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp 38.343.160.000. Di tahun anggaran 2016 sebesar Rp 85.931.169.000, dan pada 2017 sebesar Rp108.176.431.000. Sehingga total DD yang bersumber dari APBN sebesar Rp 232.450.760.00
Sementara ADD yang bersumber dari APBD, untuk tahun anggaran 2016 sebesar Rp 26.599.996.000 dan 2017 sebesar Rp 66.000.000.000. Total ADD tahun anggaran 2016-2017 sebesar Rp 92.599.996.000.

Sedangkan dana Ombas kampung dan kelurahan, tahun anggaran 2014 dengan 133 kampung dan 19 kelurahan sebesar Rp 15.200.000.000. Pada 2015 dengan 133 kampung sebesar Rp13.300.000.000. Dan di tahun anggaran 2016, dengan 133 kampung dan 19 kelurahan sebesar Rp15.200.000.000. Serta di tahun anggaran 2017 dengan 133 kampung dan 19 kelurahan sebesar Rp15.200.000.000. Sehingga total dana stimulant Ombas sebesar Rp 58.900.000.000. (Uji)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment