Demmy Daskunda ‘Diamankan’ Polisi

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) –  Pemilik akun facebook (FB) Demmy Daskunda yang memposting foto Pastor Adrianus Warjito, SCJ hadir saat demo guru honor tuntut pembayaran insentif pada postingan statusnya menjadi firal, Kamis (27/7) malam ‘diamankan’ pihak kepolisian untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang diperoleh Salam Papua dari salah satu Pemuda Katolik, Erick Welafubun sekitar pukul 23.55 WIT, Demmy Daskunda sebelumnya bertemu Pastor Adrianus di Biara SP3 untuk meminta maaf atas postingannya yang oleh umat Katolik dianggap melecehkan jabatan Pastor dan umat Katolik secara umum.

“Demmy Daskunda sepertinya ketakutan dengan banyaknya tanggapan negatif terhadap statusnya di facebook. Saat berada di Biara SP3, dia menelpon sejumlah teman dekatnya dan informasi tersebut sampai ke Orang Muda Katolik, lalu mereka ke Biara SP3 dan menelpon polisi untuk mengamankan Demmy. Saat ini Demmy sudah dibawa ke Polres Mimika yang di Jalan Cenderawasih,” kata Erick.
Sebelumnya pada Kamis (27/7) siang, Orang Muda Katolik (OMK) Timika melaporkan Demmy Daskunda ke Polres Timika, terkait pelanggaran UU ITE.

Pemuda Katolik Erik Welafubun kepada wartawan di halaman Kantor Polres Mimika, mengatakan pelaporan ini tentang postingan dari pemilik akun FB Demmy Daskunda, terkait kehadiran seorang Pastor atau imam bagi umat Katolik, ditengah-tengah para guru honorer yang berdemo tuntut pembayaran dana insentif.

“Kami dari pemuda Katolik melaporkan postingan Demmy Daskunda, yang mana ada beberapa point, salah satunya point kedua yang secara tidak langsung melecehkan kami umat Katolik,” ungkap Erik.

Lanjut Erik bunyi point kedua yaitu apakah hal ini bagian tambahan dari penghasilan seorang Pastor? Kalimat ini sangat melecehkan umat Katolik, dan tidak bisa dibiarkan. Karena didalam Gereja Katolik, seorang Pastor ataupun Imam tidak pernah digaji. Mereka sudah mempunyai janji dimana hanya menjadi seorang pelayan umat. Sehingga status yang dikeluarkan oleh Demmy Daskunda ini sekali lagi melecehkan  umat Katolik, bukan saja di Timika. Tapi karena di posting melalui media sosial (Medsos) maka seluruh dunia mengetahuinya.

“Demmy Daskunda harus diproses berdasarkan perbuatannya dan harus ditindak sesuai aturan dan hukum yang berlaku,” tegas Erik.

Erik menambahkan, barang bukti berupa postingan sudah diserahkan ke pihak kepolisian. Di mana point nomor dua yang menjadi pertanyaan besar bagi umat Katolik. Sementara point lainnya tidak dipermasalahkan, karena itu memang tugas sang Imam menurut Gereja Katolik.

“Kami bingung karena menyangkut point lainnya itu tugas imam, dan Gereja tidak mempersoalkan. Tetapi kenapa Demmy ini yang mempersoalkan. Memangnya siapa dia yang harus persoalkan hal ini,” tambah Erik.

Sekretaris OMK Timika, Blasius Narwadan menambahkan perbuatan ini sudah melanggar UU ITE.
“Kamis kasih waktu kepada pihak Kepolisian sampai hari Sabtu besok untuk menindaklanjuti laporan kami. Kalau tidak ditindak lanjuti secepatnya, maka kami akan akomodir seluruh pemuda Katolik untuk bersuara agar polisi segera menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Blasius.

Sementara Uskup Timika, Mgr. John Philipus Saklil,Pr menanggapi postingan Demi Daskunda ini mengatakan, semua masyarakat atau siapa saja yang menjadi korban ketidakadilan, haknya dirampas, maka gereja ada disitu.


“Jangankan Pastor, Uskup juga bisa berada disitu,” ungkap Uskup John Saklil kepada wartawan di lokasi Pabrik es batu, kompleks rumah transit Bobaigo, Kamis (27/7). (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment