Dinas Pendidikan Diimbau Perhatikan Hak Pelajar

Bagikan Bagikan


SAPA (WAMENA) - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, John Wempi Wetipo mengimbau Dinas Pendidikan dan Pengajaran untuk memberikan sosialisasi dan informasi yang tepat kepada guru agar tidak menghentikan pengajaran yang berdampak terhadap tidak terpenuhinya hak pelajar.

"Kita sudah sampaikan kepada sekretaris dinas pendidikan untuk bantu memantau dan melakukan sosialisasi kepada guru tentang hak dan kewajiban mereka supaya jangan sampai anak didik jadi korban," kata John di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (20/7).

Menurut dia, setiap sekolah telah melakukan penerimaan siswa baru sehingga guru dan dinas pendidikan harus memastikan peserta didik menerima pendidikan.

"Jangan karena dengar informasi yang sepotong-sepotong lalu bikin seakan-akan kita pemerintah tidak konsisten melihat mereka (guru), padahal semua uang itu ada, yang penting mereka patuhi aturan saja," katanya.

Ia memastikan dana milik guru, sekolah dan siswa yang dipertanyakan masih ada. Hanya masing-masing sekolah harus melengkapi syarat-syarat untuk pencairan dana tersebut.

"Masa' terima uang lalu tidak ada secarik kertas yang mereka bisa pakai untuk buat laporan pertanggungjawaban. Jadi saya harap antara hak dan kewajiban itu berjalan seimbang. Kalau pertanggungjawaban lancar, saya kira uang itupun lancar selagi berkas persyaratan lengkap," katanya.

Sebelumnya, puluhan guru menghentikan proses pengajaran di masing-masing sekolah dan melakukan demo damai di kantor dinas pendidikan dan pengajaran setempat.

Gabungan guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK itu menanyakan dana sertifikasi dan non sertifikasi 2017, dana honorium USBU tahun pelajaran 2016/2017, dana standar pelayanan minimum (SPM), afirmasi ADIK/ADEM 2017 dan dana Bansos 2017. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment