Disdukcapil Wacanakan Operasi Yustisi WNA

Bagikan ke Google Plus
Jhon Wicklif Tegay
SAPA (TIMIKA) -  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) merencanakan menggelar operasi yustisi di wilayah PT Freeport Indonesia (PTFI) guna menyisir kelengkapan data kependudukan bagi warga negara asing (WNA). Sebab, terdapat banyak WNA yang saat ini bekerja di PTFI maupun kontraktor dan privatisasi, serta perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Mimika.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Jhon Wicklif Tegay saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Jumat (14/7), mengatakan bahwa operasi yustisi merupakan agenda yang sudah direncanakan sejak tahun 2015 lalu, dan pihaknya telah mengutus staf untuk melakukan studi banding terkait hal itu di Jayapura. Namun, setelah adanya pergantian jabatan program tersebut tidak dijalankan, dan kini direncanakan untuk dijalankan.

“Saat saya menjabat sudah dilakukan studi banding untuk melaksanakan yustisi. Tapi karena saya keburu diganti hingga sekarang program tersebut tidak dijalankan. Nanti khusus untuk di PTFI akan kami lakukan supaya kita tahu pasti data WNA disana,” jelas Jhon.

Untuk pelaksanaan operasi yustisi ini telah dibentuk tim terpadu yang melibatkan Satpol PP, Imigrasi, Kejaksaan dan Pengadilan, sehingga bisa meminta kejelasan terkait jangka waktu menetap dan tujuan para WNA berada di Mimika.

“Target saya waktu 2016 itu harus lakukan satu kali yustisi, tapi mau bagaimana lagi? Yustisi ini penting untuk mengetahui sah dan tidaknya WNA tinggal di atas tanah kita. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak menguntungkan,” ujarnya.

Jhon menjelaskan juga bahwa saat ini memang pihaknya belum bisa melayani WNA di Disdukcapil. Namun, untuk persoalan tersebut dirinya akan membicarakan secara khusus bersama Bupati Mimika.

Kendala yang terjadi sehingga tidak bisa melayani WNA dikarenakan tidak tersedianya tempat serta penempatan tenaga pelayanan yang menguasai bahasa asing, sehingga ketika WNA hendak mengurus kelengkapan dokumen maka akan dilayani secara khusus.

“Ini yang nanti saya bicarakan dengan bupati supaya dilantai dua Disdukcapil dipergunakan untuk kantor staf. Sedangkan untuk pelayanan bagi masyarakat Mimika termasuk WNA dilakukan di lantai satu saja,” katanya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment