Dispendasbud Lakukan Pelayanan di Luar Kantor

Bagikan ke Google Plus
Suasana pelayanan di Dispendasbud yang dilakukan di luar kantor
SAPA (TIMIKA) – Dampak dari disegelnya gemboknya pintu kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika oleh ratusan guru honor, yang pada Senin (3/7) melakukan aksi demo damai menuntut insentif guru, pelayanan kantor tersebut dilakukan di luar ruangan. Dan aksi menuntut insentif guru oleh ratusan guru honor ini, sudah ketiga kalinya dilakukan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika ini, sudah ketiga kalinya. 

"Kita mempunyai kewajiban untuk terus melayani. Sehingga mau tidak mau kita lakukan di luar ruangan. Contoh kemarin, saya harus tanda tangan berkas di ruang tunggu,"tutur Sekretaris Dispendasbud, Anton Bukaleng saat diwawancarai di halaman Kantor Dispendasbud, Selasa (4/7).

Menurut Bukaleng, sejak pintu disegel suasana jadi lengang, dan para pegawai pun enggan bahkan sama sekali tidak hadir.

"Sekarang (kemarin, Red) sudah jam berapa?. Tapi semua pegawai belum ada yang datang. Saya sebagai anak asli, bagaimanapun situasinya saya harus datang dan melayani para pendemo," tuturnya.

Menurut Bukaleng, meski para guru menuntut dinas. Namun dinas dan para guru masih memilki hubungan yang tetap terjalin. Sebab menurut Bukaleng, apa yang dituntut para guru merupakan hak selaku warga Negara. Dan menjadikan acuan bagi dinas dalam menata manajemen dinas pendidikan. Serta menyeimbangkan hak para guru yang merupakan pejuang pencerdas anak bangsa khususnya di Mimika.

“Dispendasbud dan guru itu masih memiliki hubungan. Jadi demo yang dilakukan itu merupakan hak selaku warga negara,”ujarnya.

Ia mengatakan, penyegelan pintu yang dilakukan para guru honor yang melakukan aksi demo merupakan hal yang wajar. Ini dilakukan secara spontan, yang dikarenakan para pendemo tidak menemukan kepastian terkait apa yang dituntut. Sehingga kapan mereka (pendemo,red) dan pintu ini akan mendapatkan kepastian dirinya tidak mengetahuinya. Hal ini karena kewenangan ataupun solusi ada pada Kepala Dispendasbud.

"Lama tidaknya pintu ini dibuka, itu tergantung dari negoisasi yang dilakukan kepala dinas dan para pendemo. Apakah menemukan titik temu ata tidak? Kalau menemukan titik temu berarti pintu cepat dibuka. Tapi kalau tidak, maka akan berlangsung lama,”terangnya.

Diakuinya, sejak pintu disegel, masih ada pertemuan khusus untuk mencari solusi, agar segel bisa dibuka.

"Komunikasi dan koordinasi terus dibangun. Kami berharap segera menemukan solusi, agar tidak berlarut-larut masalah ini,”ujarnya.

Sementara Koordinator demo, Ignasius Rudin mengakui, pihaknya memastikan selama belum ada jawaban pasti tentang pencairan dana apresiasi tersebut, maka tidak ada satu orangpun yang berani membuka segel tersebut.

"Selama Kadispendasbud belum menemui dan memberikan jawaban pasti pada kami, maka tidak seorangpun yang berani buka segel. Ini kami lakukan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian semua Guru,"ujar Rudin.(Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment