Disperindag Gandeng Syahbandar Cegah Pasokan Beras Campuran

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Bernadinus Songbes mengatakan pihaknya menggandeng Syahbandar Pelabuhan Paumako dan pihak terkait untuk memeriksa beras langsung di atas kapal untuk mencegah masuknya beras campuran ke Mimika.

“Kami sudah kerja sama dengan Syahbandar agar mengecek kelayakan beras langsung di atas kapal. Memang selama ini belum pernah ada masyarakat yang melapor ke kami, tapi kami selalu instruksikan tim untuk pantau di lapangan,” kata Songbes saat diwawancarai di Kantor Sentra Pemerintahan, Jalan Cenderawasih, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Rabu (26/7).

Songbes mengatakan, kerja sama dengan Syahbandar merupakan langkah cepat dalam mencegah peredaran beras campuran karena jika harus menunggu pengecekan ke setiap distributor, maka akan kewalahan sebab, beras-beras terlanjur disebarluaskan.

“Kalau beras sudah lolos ke distributor, maka peredaraanya pun akan cepat. Itu makanya kami langsung diperiksa di atas kapal,” kata Songbes.

Menurut Songbes, beberapa waktu lalu pihaknya telah menemukan beberapa distributor yang memperdagangkan beras-beras campuran. Namun tindakan yang diberikan hanya sebatas teguran peringatan agar tidak melanjutkan peredaran beras-beras tersebut.

Dengan demikian menurut Songbes, jika selanjutnya masih memperjualkan beras campuran, maka akan diberikan sangsi keras sebab hal tersebut merupakan pelanggaran hukum perdagangan.

“Untuk sementara yang kita lakukan hanya sebatas teguran saja. Kalau seandainya teguran itu masih dilanggar, maka ijin usahanya akan kita cabut dan itu sebagai konsekuensi terakhir,”tuturnya.

Diakui Songbes, jumlah distributor beras di Mimika mencapai angka ratusan dengan rata-rata memiliki koneksi dengan daerah pemasok dari luar wilayah Papua seperti Makassar dan Surabaya dan beberapa daerah lainnya.

Dikatakan, untuk lebih memperkuat penyidikan terhadap peredaran beras campuran tersebut, dirinya telah menandatangani surat perintah yang akan ditandatangani oleh Bupati Eltinus Omaleng, SE.,MH dan selanjutnya menyebarkan petugas untuk  melakukan penyidikan.

“Memang Timika ini merupakan kabupaten penyangga. Jadi banyak keluar masuk berbagai hal dari semua daerah. Itu makanya kami juga harus terus bekerja keras agar hal-hal yang merugikan tidak berkembang, seperti penjualan beras campuran itu,”tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Pengawasan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen, Laitam Gredenggo mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi tentang beras yang dicampur, tetapi saat meninjau lokasi atau gudang tempat penyimpanan beras pihaknya tidak menemukan barang bukti. Oleh sebab itu dirinya meminta kepada masyarakat terlebih khusus media yang mengetahui lokasi tersebut agar menyampaikan kepada pihak Disperindag agar menyidak langsung gudang tempat penyimpanan beras.


“Kami sudah dapat informasi cuma kami belum tahu lokasinya di mana jadi kalau dapat informasi tolong sampaikan ke kita,” kata Laitam. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment