Ditandatangani Pakta Integritas Tanggulangi TB

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Dinkes Propinsi Papua bersama LPMAK,  PT. Freeport, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pers berkomitmen menanggulangi TB di Kabupaten Mimika ditandai dengan penandatangan pakta integritas penanggulangan TB.  Penandatanganan pakta integritas itu sebagai bentuk komitmen dari semua pihak mewujudkan upaya kongkrit  penanggulangan TB yang digelar Dinkes Mimika.

Dalam acara pembukaan lokakarya yang berlangsung di Hotel Serayu, Kamis (27/7) itu turut hadir Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Yohanis Bassang, SE. M.Si, Kadinkes Kabupaten Mimika Philipus Kehek, Sekertaris Dinkes Kabupaten Mimika,  Reynold Ubra, perwakilan PT. Freeport, LSM, Pers dan perwakilan SKPD-SKPD dilingkup Pemkab Mimika.

Wabup Mimika, Yohanis Bassang, SE. M.Si usai menyampaikan sambutan menandatangani pakta integritas penanggulangan TB, disusul , Kadinkes Mimika, Philipus Kehek, Sekdinkes, Reynold Ubra, perwakilan Dinkes Provinsi Papua, perwakilan LPMAK, perwakilan PT Freeport, LSM, Pers, dan seluruh peserta lokakarya dilanjutkan dengan agenda konsultasi publik serta rencana aksi daerah penanggulangan TB di Kabupaten Mimika.

Sekertaris Dinkes,  Reynold Ubra menjelaskan secara umum kondisi TB di Mimika. Dia mengakui  penanganan penanggulangan TB perlu ditangani secara serius dan melakukan aksi yang konkrit. Karena, TB merupakan salah satu masalah serius yang sedang ditangani Dinkes Kabupaten Mimika.
"TB salah satu masalah serius dalam pembangunan kesehatan di Mimika," ujarnya.

Reynold menjelaskan, salah satu penyebab tingginya penyakit TB di Mimika karena secara geografis rentan terhadap penularan TB. Karena Mimika menjadi magnet, orang  banyak yang datang untuk mencari lapangan pekerjaan dan membawa serta berbagai macam beban penyakit termasuk TB. Sehinga kondisi itu  menjadi hal serius yang harus dicanangkan Pemkab Mimika dimulai dalam keluarga.

"Di Timika  penyakit TB tinggi, karena letak geografis membuat banyak orang datang ke Timika tanpa kita tahu penyakit apa yang mereka derita. Maka Pemerintah harus segera mencegah,” katanya.
Dia mengingatkan, pencegahan kasus  TB di Timika bukan hanya tanggung jawab Pemerintah. Tetapi semua pihak terkait dan diharapkan mampu mengimplementasikan program penaggulangan TB itu. Dia berharap pula lokakarya itu diwujudkan dengan suatu rencana aksi daerah yang kongkrit dan penangan penaggulangan TB diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda).  "Kasus TB ini tanggung jawab bersama dan diharapkan dengan lokakarya ini bisa diperkuat dengan Perda,” harapnya.

Sementara itu Wabup Mimika  meminta petugas medis menjadi pelopor dan mampu memberi contoh yang baik kepada warga masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan dan rajin melaksanakan tugas.  "Tenaga medis merupakan pejuang kemanusiaan yang harus menjadi contoh bagi masyarakat," katanya.

Ia juga berharap kepada Dinkes dan dokter-dokter agar bersungguh-sungguh dalam bekerja sesuai dengan visi misi kesehatan Kabupaten Mimika. Petugas kesehatan harus mampu menterjemahkan visi misi dalam program yang kongkrit dalam pencegahan, mengantisipasi dan mengurangi berbagai penyakit.

"Tenaga perawat harus bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk menekan angka penyakit TB di Mimika," pintanya.

Dia menyarankan agar penanganan penyakit TB harus dibentuk tim di masing-masing distrik yang di dalamnya terdapat Dokter, mantri, suster, dan bidan  sehingga fokus  dalam penanganannya. Supaya  angka penderita TB di Mimika enurun. "Perlu penanganan di masing-masing distik dengan membentuk tim untuk menangani penyakit TB, pasti kedepannya tingkat penurunan penyakit TB akan menurun," sarannya. (Ricky Lodar).


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment