Ditreskrimsus Polda Minta Keterangan Dua Politisi

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua kembali meminta keterangan kepada politisi Partai Hanura Saleh Alhamid dan partai Gerindra Markus Timang atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ITE melalui akun media sosial (Facebook) yang dilakukan oleh salah satu oknum perwira di jajaran Polres Mimika pada bulan Mei lalu.

Pengambilan keterangan yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Papua terhadap kedua politisi berlangsung selama 5 jam di ruang Ditreskrimsus.

Direskrimsus Polda Papua minta keterangan dari saya dan juga Markus Timang terkait dugaan pelanggaran UU ITE yg dilakukan seorang oknum perwira polisi di jajaran Polres Mimika berinsial FE,” kata Saleh dalam press realese yang dikirim kepada Salam Papua via Whatssap, Kamis (20/7).

Saleh menjelaskan, laporan pengaduan yang dilakukan dirinya ditanggapi serius oleh Polda Papua, sehingga pihak Propam dan Ditreskrimsus diperintahkan untuk melakukan penyidikan atas dugaan pencemaran nama baik maupun ancaman yang dimuat oleh salah satu oknum perwira kepolisian yang berdinas di Polres Mimika di medsos akibat dari pemberitaan yang diduga menyinggung oknum perwira tersebut.

Pada intinya Polda Papua sangat serius menangani kasus ini, karena pelakunya diduga adalah seorang oknum perwira  kepolisian,” jelasnya.


Menurut Saleh, kasus yang sedang ditangani penyidik Ditrekrimsus Polda Papua dan Propam Polda Papua tersebut menjadi pembelajaran bagi semua, agar tidak menggunakan akun medsosnya untuk mengumbar ancaman maupun pencemaran nama baik terhadap orang lain. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment