Dokumen Dana Insentif Diserahkan ke Polisi

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Koordinator Solidaritas Guru Honorer Kabupaten Mimika, Alexander Rahawarin bersama beberapa rekannya, Kamis (27/7) menyerahkan 14 dokumen soal insentif guru ke kepolisian.

Kepada Wartawan di halaman Polres Mimika, Alexander menyampaikan aksi masih tetap jalan dan sampai sekarang kantor Dispendasbud masih digembok. Terkait adanya informasi kalau Dispendasbud ajukan laporan terkati gembok kantor, pada intinya para guru semua siap jika dipanggil pihak Polsek Kuala Kencana. Tetapi yang melakukan gembok itu bukan hanya satu tangan, tetapi 1000 tangan yang memasang gembok.

Aksi demo guru honorer sudah beberapa hari berjalan, tetapi belum ada pihak Pemerintah Daerah yang menemui para guru. Aksi ini tetapi berjalan, dan pemalangan kantor tetap dilakukan. Karena selama ini Kantor Dispendasbud seakan-akan tidak berfungsi. Kalau kantor ini berfungsi, maka tidak mungkin guru-guru seperti ini. Aksi ini akan dilakukan sampai uang atau hak para guru dibayarkan.

“Kami anggap selama ini kantor tidak difungsikan, sehingga tidak apa-apa jika digembok,”  kata Alex.

“Kali ini saya minta secara tegas agar bapak bupati turun dan temui kami, karena akan berdampak pada bapak bupati. Sekarang saya minta bupati turun menyelesaikan masalah ini. Saya pertanyakan ada apa sampai sekarang bupati diam,” tambahnya.  

Alex menjelaskan, sebelum dokumen diantarkan ke polisi, para guru sudah menyepakati bahwa selama kurang lebih enam bulan, sekolah di pedalaman dan pesisir tidak ada kegiatan belajar mengajar. Aksi mogok mengajar ini berdampak pada Bupati Eltinus Omaleng, karena pernah disampaikan bahwa mengutamakan program pendidikan dan kesehatan, tetapi tidak terbukti.

“Hari ini saya bawa dokumen, semua pernyataan Kadis akan dibuktikan di pihak penyidik kepolisian. Sudah jilid semua, baik pidana umum maupun pidana khususnya,” katanya.


Alex menambahkan, ada 14 dokumen terkait Kadispendasbud. KBM di pedalaman akan mogok selama enam bulan, sehingga putera puteri Amungme Kamoro akan terlantar. Karena anak asli Amungme Kamoro ada di pesisir dan pedalaman. Jika dibayarkan kami akan kembali bertugas. Aksi ini supaya ada perhatian dari pemerintah pusat dan Provinsi Papua. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment