Dua Turnament Rugby Digelar di Timika

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Mempetingati lahirnya olahraga Rugby di Papua tepatnya di Timika membuat pengurus Rugby Papua menyelenggarakan dua turnamen besar diantaranya Kejuaraan Daerah (Kejurda) pertama dan Open Turnamen Rugby Papua ke empat yang nantinya akan diikuti oleh beberapa tim rugby dari beberapa daerah di Papua dan satu tim dari Bali. Turnament tersebut akan diselenggarakan di lapangan bola Kuala Kencana, Sabtu (29/7).

Presiden Rugby Papua Fernando A Yansen Tinal, BA dalam konferensi pers mengatakan, dua turnament yang dilakukan untuk memperingati 20 tahun lahirnya olahraga rugby di Papua. Pada awalnya dimainkan oleh punggawa rugby Timika pada saat itu di Kwamki Narama.

"Kita selenggarakan dua tunamen yang pertama kejuaraan daerah 1 dan juga Open turnamen Papua rugby yang ke 4 kita akan merayakan 20 tahun," kata Yansen dalam jumpa persnya di bilangan jalan Ahmad Yani, Kamis (27/7).

Yansen menjelaskan dua turnamen yang akan di selenggarakan besok tidak hanya memperingati lahirnya Rakbi di Papua tetapi juga menjadi ajang pencarian bibit untuk membentuk tim turut serta di dalam Pon 2020 yang nantinya akan digelar di Papua.
"Kita juga ajang pencarian bibit," jelas Yansen.

Yansen mengakui, olahraga rugby memang tidak dikenal seperti sepak bola basket voli yang sering dipertandingkan di berbagai kegiatan namun melalui kedua turnamen yang akan diselenggarakan ini bisa memperkenalkan kepada masyarakat Papua bahwa olahraga rugby merupakan olahraga yang cocok dengan masyarakat Papua karena memiliki kultur dan budaya yang sama terbukti pada penyelenggaraan Pon 19 di Jawa Barat tim rugby dari Papua 4 emas untuk Papua, sekalian mendorong olahraga rugby bisa masuk menjadi agenda Koni Pusat sehingga olahraga ini bisa dilaksanakan ketika Pon 2020 di Papua.

"Memang olahraga ini (rugby belum terkenal di masyarakat, tapi melalui turnamen ini kita akan perkenalkan kepada masyarakat Papua karena olahraga ini cocok dengan kultur budaya kita," akunya.
Lanjut Yansen, untuk menjadikan olahraga rugby sebagai olahraga yang disukai oleh masyarakat Indonesia hal tersebut merupakan  tanggung jawab bersama untuk menjadikan olahraga rugby sebagai suatu olahraga yang bisa dikenali dan disukai oleh masyarakat Indonesia terlebih khusus masyarakat

dengan momentum pelayaran 20 tahun lahirnya rugby di Papua dan juga  sebagai pionir bangkitnya rugby di Papua.

"Tanggung jawab kita untuk bersama-sama perkenalkan olahraga ini kepada masyarakat Indonesia," lanjut Yansen.

Sementara itu di tempat yang sama ketua panitia penyelenggara turnamen Kejurda dan Open turnamen rugby di Papua Hendrik wakum menjelaskan sebanyak 18 tim yang terdiri dari 13 tim Putra dan 5 tim Putri yang berasal dari beberapa daerah di Papua dan ada satu tim perwakilan dari Bali yang nantinya akan memperebutkan piala serta uang pembinaan kepada tim.

Sementara itu sekretaris panitia penyelenggaraan Kejurda 1 dan Open turnamen rugby Papua George Deda menjelaskan cikal bakal lahirnya Rakbi di Papua mengatakan lahirnya GBI di Papua dimulai dari Mimika pada tahun 1997 yang dimainkan oleh Legend darat di nikah di lapangan kwamki lama dan Sejak saat itu rugby mulai berkembang hingga ke Papua

"Rugby itu dari Timika tepatnya 20 tahun silam," kenang Deda. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment