Freeport dan Keuskupan Luncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Keuskupan Timika meluncurkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat local untuk membangun dan mengembangkan sumber daya alam dan sumber daya manusia Papua, khususnya masyarakat lokal.

Kegiatan berlangsung di dua tempat yaitu untuk pemberkatan lima unit bus, berlangsung di jalan poros SP 5. Sementara peresmian pabrik es dan penyerahan bantuan berlangsung di kompleks rumah transit Bobaigo, Kamis (27/7).

Untuk mendukung program ini, PTFI memberikan bantuan transportasi yaitu lima unit bus, membangun pabrik es, dan menyerahkan bantuan sarana produksi berupa cool box, jaring dan timbangan yang akan digunakan oleh masyarakat.

Sebelumnya Uskup Timika, Mgr. John Philipus Saklil,Pr mendoakan dan memberkati semua bantuan dari PTFI yang akan digunakan untuk pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

Setelah dilakukan pemberkatan dan peresmian, semua bantuan PTFI diserahkan langsung oleh Vice President Community Development PTFI, Claus Wamafma kepada Uskup Mgr. John Philipus Saklil,Pr disaksikan koorditor program penguatan perekonomian PTFI, Daniel Perwira dan tokoh masyarakat Kamoro dari delapan kampung. Semua bantuan ini akan dikelola oleh Keuskupan Timika dengan memberdayakan masyarakat lokal.

Uskup Timika, Mgr. John Philipus Saklil,Pr dalam renungan singkatnya mengatakan, semua pihak baik itu PTFI, Pemerintah, masyarakat jangan berhenti untuk menabur kebaikan. Seperti perumpamaan dalam Injil Matius tentang menabur benih.

“Ada benih yang ditabur dipinggir jalan, benih itu dimakan oleh burung dan tidak bertumbuh. Ada pula benih yang ditabur di tanah bebatuan dan benih yang ditabur disemak-semak, benih ini tumbuh tetapi terhimpir semak-semak sehingga mati. Tetapi ada pula benih yang ditabur ditanah yang subur, sehingga benih itu tumbuh dan menghasilkan hasil berlipat ganda. Karena itu kita semua jangan putus asa untuk menabur, karena ada yang akan berhasil, ada juga yang gugur,” ungkap Uskup.

Vice President Community Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, mudah-mudahan lewat kegiatan ini kita belajar sama-sama dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Dimana apa yang menjadi kekurangan perlu diperbaiki dan dilengkapi untuk kedepan masyarakat bisa berhasil dalam program ini.

“Saya berharap program ini bisa berhasil. Ke depan masyarakat harus menjadi subjek dalam program ini, bukan menjadi objek dalam program ini. Harapan saya ke depan juga penguatan kepada masyarakat, agar apa yang dilakukan sekarang bisa menjadi berkat untuk kita semua,” tambah Claus.

Sementara itu Koorditor Program Penguatan Perekonomian PTFI, Daniel Perwira menambahkan program penguatan ekonomi ini dilakukan di delapan kampung meliputi lima kampung di dataran rendah yaitu Nayaro, Koperapoka, Tipuka, Ayuka dan Nawaripi. Sementara tiga kampung di wilayah pesisir yaitu Manasari, Fanamo-Omawita dan Otakwa.

Untuk di ketahui tranportasi bus berkapasitas 60 kursi dilengkapi sabuk pengaman dan kotak P3K. Sementara pabrik es batu berkapasitas 2 ton, dan untuk es batu ini boleh dikonsumsi oleh masyarakat karena airnya menggunakan air bersih. (Red)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment