Freeport Diminta Perpanjang Lapter Aroanop Hingga 700 Meter

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) –Tokoh Intelektual Amungme yang juga merupakan pilot pertama Amungme Nalio Jangkup meminta rencana peresmian lapangan terbang (lapter) Aroanop ditunda sekaligus meminta kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) menyelesaikan sisa pengaspalan bandara sepanjang 300 meter.

“Kami tahun master plan lapter itu panjangnya 700 meter, namun saat ini baru dibangun 400 meter, karena itu kami minta peresmian dan pengoperasian lapter Aroanop ditunda sampai ada perpanjang  hingga 700 meter,” kata Nalio Jangkup kepada Salam Papua saat jumpa pers di Kuala Oriental, Jalan Budi Utomo, Senin (24/7).

Nalio menjelaskan, Freeport harus menyelesaikan lapter tersebut hingga rampung barulah lapter tersebut bisa diresmikan dan dioperasikan .

Menurutnya, apabila lapter diaspal sesuai masterplan yakni 700 meter, maka tidak hanya pesawat berjenis pilatus dan karavan yang melayani penerbangan ke Aroanop tapi bisa juga pesawat dua mesin yang kapasitasnya lebih besar dari pilatus dan karavan. Karena jumlah penumpang yang banyak setiap harinya ditambah dengan barang bawaan yang banyak, bahkan menghemat waktu dan bahan bakar apabila diterbangi pesawat besar. 

“Memang standarnya kalau untuk pesawat kecil bisa 400. Tapi lapangan terbang ini harus dibuat sesuai masterplannya, supaya pesawat dengan dua mesin bisa mendarat di lapter Aroanop,” ujarnya.
Ditempat yang sama Tokoh Intelektual Amungme Lazarus Bugaleng mengatakan, anggaran yang dipergunakan untuk pembangunan lapter Aroanop merupakan anggaran dari Freeport yang diperuntukan bagi masyarakat. Karena itu pembangunan lapter harus diselesaikan sesuai masterplan, tidak boleh setengah-setengah.

Lazarus juga meminta Freeport untuk mempekerjakan anak-anak Amungme di lapter Aroanop. Anak-anak Amungme dilatih sampai bisa mengopersikan alat-alat seperti radio, cuaca dan sebagainya atau sudah mandiri, barulah Freeport menyerahkan kepada Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mimika mengelolanya untuk kepentingan masyarakat dan peningkatan PAD Mimika.

Jadi Freeport harus tangani dulu sampai kami mandiri baru serahkan kepada Pemerintah,” ujarnya.
Permintaan yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat Amungme Yohanis Jangkup. Ia mengatakan,  setelah lapter diperpanjang hingga 700 meter  baru diresmikan. Ia juga meminta putra-putri Amungme yang memiliki disiplin ilmu penerbangan diprioritaskan Freeport untuk dipekerjakan di lapter ini. (Ricky Lodar)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment