Gedung Perpusda Mangkrak Sejak 2015

Bagikan Bagikan

Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Mimika


SAPA (TIMIKA) – Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Mimika yang berada di Jalan Belibus Ujung, sampai saat ini belum dioperasikan alias mangkrak. Padahal bangunan tersebut sudah selesai dikerjakan 2015 lalu.

Penyebab belum difungsikan Gedung Perpusda karena masalah tanah belum diselesaikan. Selain gedung Perpusda Mimika, masalah tanah di Mimika juga terjadi pada SMPN 7, SMAN I, Gedung Damkar SP2, PLTMG di Poumako, SDN Sempan Barat, Perpusda, SMPN 2, dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Masalah tanah tersebut menyebabkan beberapa dinas dan instansi tidak bisa menjalankan programnya dengan baik.
Hal ini sangat disayangkan oleh warga Timika, Arwan. Menurut Arwan, masalah tanah di Mimika ini sebenarnya sudah lama terjadi. Namun sampai saat ini belum bisa diselesaikan dengan baik. Salah satu contohnya permasalahan tanah Gedung Perpusda Mimika.
Bangunan Perpusda Mimika yang berwarna biru di Jalan Belibus Ujung tersebut, kondisinya saat ini terdapat banyak coretan, padahal belum difungsikan. Sebagai warga Mimika, Arwan sangat menyayangkan hal itu terjadi.
“Kami sebagai warga sangat menyayangkan kenapa gedung Perpusda Mimika ini belum juga difungsikan. Kalau itu masalah tanah, kenapa tidak segera diselesaikan. Pak Bupati, kami minta bapak lihat masalah  ini agar tidak berlarut-larut dan merugikan masyarakat banyak,” katanya kepada Salam Papua di Jalan Belibis, Senin (17/7).
Sementara Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Jacob Toisuta mengatakan, gedung Perpusda Mimika belum bisa difungsikan  karena masih menunggu masalah tanah selesai.
Ia menjelaskan, gedung Perpusda Mimika  memiliki tiga lantai, lantai bawah untuk anak-anak, lantai dua umum, dan lantai tiga akses internet. Dan untuk yang dilantai bawah, khususnya di bagian anak-anak, pihaknya menyediakan koleksi buku mulai TK dan SD. Dan kebanyakan adalah buku cerita dan pengetahuan umum.
“Dilantai bawah itu untuk anak-anak, koleksi bukunya sudah ada, yang jumlahnya ratusan buku. Namun sekarang tinggal menunggu kapan dioperasikan,”katanya.
Sementara untuk di lantai dua, mulai pelajar SMP sampai masyarakat umum. Dilantai tersebut, disediakan koleksi buku sampai tempat baca. Dan di atas itu untuk internet, dimana akan disiapkan beberapa unit komputer. Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan UNICEF, karena juga bergerak pada bidang perpustakaan.
“Untuk ruang internet, akan disiapkan 20 unit komputer yang terakses dengan internet,”ujarnya.
Gedung ini berukuran luas bangunan, panjang 42 meter dan lebar 24 meter. Pembangunan gedung tersebut dimulai 2013 sampai 2015.
Dikatakan, karena masalah tanah belum diselesaikan, sehingga rencana peresmian Perpusda Mimika, yang dihadiri oleh Najwa Sihab sebagai Duta Baca Indonesia belum bisa dilaksanakan.
“Jangan sampai pada saat peresmian yang dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional dan Najwa Sihab, permasalahan tanah dimunculkan. Kami berharap masalah tanah ini segera selesai tahun ini,” tutur Jacob.
Sementara untuk masalah SDM, Jacob mengatakan pihaknya setiap tahun melakukan pelatihan, karena di kantor ini belum ada pustakawan..
“Kami setiap tahun selalu memberikan magang dan diklat di beberapa daerah. Petugas-petugas nanti akan bekerja di Gedung Perpusda, mulai pelayanan sampai Perpustakaan keliling,” katanya.(Uji)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment