Ilegal, 25 Guru Honor SMAN 5 Diberhentikan Kadispendasbud

Bagikan ke Google Plus
Kepala Dinas Pendidikan Menengah (Kadispenmen)
Kabupaten Mimika, Armin Wakerkwa
SAPA (TIMIKA) –  Kepala Dinas Pendidikan Menengah (Kadispenmen) Kabupaten Mimika, Armin Wakerkwa mengecam keras tindakan yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika Jeni Ohestin Usmany yang memberhentikan 25 guru honor dan tiga tenaga Tata Usaha (TU) yang selama ini mengajar di SMAN 5 di Sentra Pemerintah SP 5.
“Surat pemberhentian dari Kepala Dispendasbud tersebut tergolong ilegal sebab itu bukan kewenangannya. Untuk pendidikan menengah atas atau SMA sejak kapan dilimpahkan ke pendidikan dasar? Atas dasar apa guru SMA diberhentikan? Kasihan guru-guru kalau diberhentikan tanpa dasar hukum yang jelas,” kata Armin dalam pertemuan mediasi dengan para guru honor, Senin (17/7).
Armin menegaskan, keputusan yang dilakukan  Kadispendasbud sudah melangkahi wewenang Kepala Dinas Pendidikan Menengah karena hingga saat ini bidang menengah belum disatukan atau dilimpahkan secara resmi ke Dispendasbud. Karena itu, Armin berjanji akan memperjuangkannya nasib para guru honor SMAN 5 ini ke Bupati Mimika.
Selain 25 guru honor dan tiga tenaga Tata Usaha (TU) SMAN 5, Kepala Dispendasbud Jeni Ohestin Usmany juga memberhentikan 21 guru SMPN serta 14 guru SD di Sentra Pemerintahan melalui surat pemberitahuan. Jadi total yang diberhentikan sebanyak 63 orang. Anehnya, surat pemberitahuan pemberhentian ini disebutkan para guru honor ini diberhentikan terhitung tanggal 13 Juni 2017, namun surat tersebut baru diterima para guru honor ini pada 13 Juli 2017.
 “Dalam surat tersebut dijelaskan bila kami guru honor ini tetap bertahan untuk mengajar baik di SD, SMP dan SMA tanpa nota tugas atau SK Kontrak dari Pemkab Mimika, maka Dispendasbud tidak akan bertangungjawab memberikan gaji atau tunjangan lainnya. Terus kami mau makan apa?,” kata salah guru  tidak mau disebutkan namanya, Senin (17/7).
Saat melakukan mediasi bersama Kadispenmen, Armin Wakerkwa di ruang pertemuan SMAN 5, para guru honor ini mengakui pemberhentian tersebut sangat mengecewakan karena saat ini telah memasuki tahun ajaran baru dan telah melalui proses penerimaan siswa baru. Selain itu, para guru juga heran sebab beberapa hari terakhir ini bermunculan tenaga pengajar baru yang diutus dengan nota tugas dari Dispendasbud sebagai pengganti.
“Berarti kami ini resmi diberhentikan karena sekarang sudah ada guru baru yang datang dengan nota tugas untuk menggantikan kami. Memang alasan dari dinas untuk penertiban guru dan pegawai, tapi kenapa diberhentikan semua,” kata seorang guru.
Seorang guru SD mengatakan, dari 14 guru yang diberhentikan, dirinya merupakan salah satu yang telah lolos tes guru kontrak pedalaman beberapa waktu lalu. Namun dirinya kecewa sebab beberapa waktu lalu Kadispendasbud telah menjanjikan bahwa jika ada  guru dari Sentra Pendidikan yang lolos dalam tes tenaga kontrak pedalaman, maka tidak akan ditugaskan ke pedalaman,  tapi akan terus mengajar di Sentra.
“Bukannya saya tidak mau ditempatkan di pedalaman, tapi saya kecewa dengan janji ibu kadis. Sekarang saya susah lolos tes tapi kenapa masih dapat surat pemberhentian juga?,” katanya.
Sementara Kepsek SMP Sentra Pendidikan, Yosep Randanang mengakui, surat  pemberhentian telah diterima oleh 19  guru dan 2  tenaga TU yang telah mengabdi selama setahun lebih. Yosep mengaku sudah lama mengetahui adanya pemberhentian para guru honor ini.
“Pemberhentian tersebut sudah pasti mengecewakan karena para  guru honor ini merupakan tenaga pengajar yang sudah lama mengabdi dan memilki kapasitas baik dalam mendidik anak-anak,” kata Yosep.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Sentra Pendidikan, Arnold Lolkary, STh saat dikonfirmasi di Kantor Manajemen mengatakan, manajemen merupakan bagian yang berada dibawa dinas sehingga kebijakan yang dikeluarkan dinas harus dijalankan.
Arnold menjelaskan, seluruh guru honor yang diberhentikan tersebut merupakan tenaga pengajar yang masa kontraknya berakhir pada tahun ajaran baru 2017. Dengan demikian, ketika memasuki tahun ajaran baru semua guru honor ini diberhentikan, dengan ketentuan jika ada yang akan diperpanjang maka akan diberikan SK Kontrak dari Pemkab.
“Bila diantara mereka ada yang memenuhi prosedur mengajar di Sentra, kemungkinan akan ada nota tugas sambil menunggu SK Pemkab. Tapi ini kebijakan atasan, kita hanya bisa mengikuti,” kata Arnold.
Arnold menjelaskan, pemberhentian puluhan guru tersebut tidak akan mempengaruhi proses belajar mengajar di Sentra Pendidikan karena dinas langsung menempatkan guru baru dengan nota tugas.
“Sudah ada guru dengan nota tugas hari ini (kemarin-Red) untuk mengganti guru yang diberhentikan. Itu berarti proses belajar mengajar akan terus berjalan,” kata Arnold.
Arnold mengatakan, pemberhentian guru SMA yang dilakukan Dispendasbud bukan merupakan hal yang tidak mendasar sebab Dispendasbud berwenang untuk melakukan hal itu. “Sebab secara akademik SMA merupakan kewenangan Dispenmen, namun untuk seluruh urusan aktifitas manajemen merupakan kewenangan Dispendasbud, baik pembayaran honor, insentif dan yang lainnya bersumber dari anggaran Dispendasbud,” kata Arnold. (Acik)


Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment