Ini Penyebab Gereja St. Aloysius Terbakar

Bagikan Bagikan
AKBP Victor D Mackbon
SAPA (TIMIKA) - Peristiwa kebakaran yang menghabiskan bangunan Gereja St Aloysius di SP5 Jalur Tiga Kampung Limau Asri Distrik Iwaka pada Senin (3/7) sore kemarin diduga karena ulah anak-anak yang bermain lilin.

"Dugaan awal anak-anak main lilin saat sore itu. Saksi-saksi sudah periksa, hari ini olah TKP," kata Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon kepada wartawan, di Kantor  Pelayanan  Polres Mimika , Selasa (4/7).

Bangunan Gereja St Aloysius di SP5 ludes dilahap api pada Senin sore kemarin sekitar pukul 16.00 WIT. Dua saksi yang mendengar informasi tentang kebakaran tersebut langsung mendatangi lokasi gereja. Namun, keduanya melihat api sudah besar dan membakar seluruh bangunan gereja.

Aparat kepolisian yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, memintai keterangan beberapa orang saksi dan melakukan olah TKP awal.

Kapolres menjelaskan pihak kepolisian juga langsung berkoordinasi dengan tokoh masyarakat SP5, Tadius Kwalik untuk menghindari beredarnya isu-isu tak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. 

Tunggu Hasil Olah TKP

Mewakili warga Gereja St Aloysius SP 5, Thadeus Kwalik mengatakan pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh pihak Kepolisian untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran gedung Gereja St Aloysius  yang dinilainya janggal. 

"Kami sebagai umat Gereja Katolik Santo Aloysius SP 5 masih menunggu tindak lanjut dari Polres Mimika," kata Thadeus saat ditemui dibilangan jalan Cenderawasih, Selasa (4/7). 

Thadeus menjelaskan, pihak gereja dalam hal ini umat dan Tokoh Gereja St Aloysius ingin mengetahui apa penyebab pasti terjadinya kebakaran karena saat itu gereja dalam kondisi kosong. Artinya sudah tidak ada aktivitas di dalam gedung gereja. Ia mengakui bahwa pintu gereja memang tidak dalam posisi terkunci, namun untuk membuka pintu tersebut harus didorong dengan tenaga ekstra. 

Ia berharap, secepatnya polisi segera melakukan olah TKP agar segera memberitahukan hasil kepada warga gereja,terkait penyebab terjadinya kebakaran, sehingga masyarakat bisa puas.

Thadeus menilai bahwa ada kejanggalan dalam kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa saat terjadi kebakaran peralatan perjamuan yang sering digunakan untuk upacara sakramen telah berada diluar gereja, namun tidak diketahui persis siapa yang membawa ke luar peralatan perjamuan tersebut.

"Kami sampai sekarang masih menunggu hasil olah TKP," katanya. (Markus Rahalus/Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment