Izin Operasional Lapter Ainggogin Siap Dikeluarkan

Bagikan Bagikan
John Rettob
SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mimika, John Rettob, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan izin operasional lapangan terbang (Lapter) Ainggogin yang terletak di Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura.

John Rettob menjelaskan terkait izin operasional lapter Ainggogin – Aroanop kini pihaknya tengah menunggu penandatanganan berita acara dari Dishub Provinsi Papua sebagai tembusan bahwa lapter tersebut dalam waktu dekat akan difungsikan. Setelah itu, barulah izinnya dikeluarkan oleh Dishubkominfo Kabupaten Mimika, sebab izin operasional telah diserahkan kepada dishub didaerah masing-masing. 

“Kan sudah uji terbang yang di Aroanop gunakan pesawat Pilatus, dan kita lagi tunggu informasi dari Susi Air kapan mereka mau. Untuk izin operasionalnya kami lagi tunggu berita acara dari provinsi dan itu izin opersionalnya nanti saya yang keluarin,” kata John Rettob saat ditemui awak media usai kegiatan Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Kei Mimika di Hotel & Resto Cenderawasih 66, Sabtu (15/7). 

Dishub Mimika sendiri sebelumnya telah menyurat ke Kemenhub RI untuk melakukan verifikasi kelayakan lapter Ainggogin, sebab terkait kelayakan lapter maupun bandar udara (Bandara) sudah menjadi tanggung jawab dari kementrian. 

“Kita juga sudah mengirim surat ke Kemenhub untuk verifikasi bandara itu, layak atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu menanggapi adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan penerbangan perintis ke wilayah pedalaman khususnya Mimika, John menegaskan akan memusatkan semua maskapai yang melayani rute pedalaman di Bandara Mosez Kilangin, sehingga dapat memudahkan dalam pengawasan. 

“Penerbangan ke pedalaman akhir-akhir ini semakin tidak teratur, termasuk keluhan masyarakat terhadap jadwal dan rute yang ditetapkan oleh maskapai dan juga harga tiket,” katanya.

John mengakui, dirinya sering mendapat laporan dari masyarakat berkaitan dengan rute penerbangan dan harga tiket yang mahal, seperti yang terjadi di maskapai Dimonim Air. 

Ia juga mengungkapkan bahwa laporan masyarakat yang masuk pada dirinya bukan hanya sekali, melainkan sudah kesekian kalinya. Sehingga John Rettob mengancam akan mencabut izin penerbangan maskapai apabila hal yang sama masih terus terjadi. 

“Apabila tidak sanggup menjalankan kerjasama yang dibangun antara maskapai dan Dishub, sebaiknya mundur. Laporan masyarakat ini sudah kedua kali dan ketiga kali ada masalah-masalah lagi maka kita harus putuskan kontrak dan kita cari operator baru, kalau mereka tidak sanggup mendingan jangan, karena cuma itu saja prinsipnya,” tegas John. 

"Yang kita lihat kan pelayanan, jadi kalau tidak sanggup untuk melaksanakan pelayanan perintis, ya putus. Tapi kami sementara sudah menarik pelayanan di bandara, supaya bisa diawasi,” tambahnya. 

John juga mengimbau kepada masyarakat yang hendak menggunakan jasa penerbangan perintis agar sebisanya mendatangi kantor maskapai, serta lebih teliti dalam pembelian tiket baik rute dan harga, sehingga masyarakat tidak di bodohi oleh calo. 

“Masyarakat kalau beli tiket langsung ke tempat yang sudah di tetapkan, dan mereka harus lihat apa yang mereka bayar dengan apa yang tertulis di tiket itu, sama atau tidak,” imbuhnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment