Janin Lambat Berkembang jika Ibu Hamil Terkena Anemia

Bagikan Bagikan
SAPA (JAKARTA) - Anemia atau berkurangnya sel darah merah dalam tubuh pada ibu hamil sangat berisiko. Selain berisiko keguguran karena lemahnya janin, anemia pada ibu hamil dan janin dapat menyebabkan perkembangan janin menjadi lambat.
Anemia pada ibu hamil dapat terjadi pada kehamilan trimester pertama hingga ketiga. Namun, dr. M. Adya F. Dilmy SpOG BMsc mengatakan, bila ibu anemia, bukan berarti bayi menderita anemia juga. Tetapi jika keduanya mengalami anemia, dapat berisiko pada perkembangan janin.
“Bila ibu anemia, bukan berarti bayi anemia. Tapi kalau ibu anemia dan anak anemia, akan menyebabkan depresi pada ibu dan anak lemot,” jelas dr. M. Adya di Jakarta Timur.
Untuk menghindari bahaya tersebut, sebaiknya ibu hamil memperhatikan kandungan gizi dalam makanan. Kebutuhan zat besi yang semakin meningkat untuk pertumbuhan janin harus dipenuhi.
“Berdasarkan penelitian, zat besi menurunkan risiko 20% bayi lahir dengan berat badan rendah. Kuncinya adalah cukup gizi,” tutup dr. M. Adya. (Okz)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment