Jenni Klaim Aktivitas Dispendasbud Lancar

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenni O. Usmany, SPd, MPd mengklaim aktivitas pegawai di kantor yang di gembok beberapa waktu lalu tersebut berjalan lancar. Bahkan ia menganggap tidak ada masalah yang mengambat berlangsungnya aktivitas pegawai.

“Ah, kita ada kerja. Tidak ada masalah kok. Kami kerja, tetap kasih layanan toh,” kata Jenni, saat ditemui awak media di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (28/7) pagi.

Namun, fakta dilapangan sesuai pantauan Salam Papua, Jumat siang, tidak terlihat satupun pegawai melakukan aktivitas di dalam Kantor Dispendasbud yang masih di gembok. Hanya terdapat sejumlah pegawai Dispendasbud sedang mondar-mandir di sekitar kantor tersebut.

Bahkan, sejumlah guru honor yang sebelumnya melaksanakan aksi unjuk rasa menuntut pembayaran insentif atau dana Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP), terlihat masih menduduki sekitaran Kantor Dispendasbud. Namun jumlahnya hanya beberapa, tidak seperti sebelumnya yang mencapai ratusan orang.

Selain itu, saat disinggung mengenai dokumen insentif yang diserahkan ke pihak kepolisian oleh solidaritas guru honorer, Jenni mengatakan, menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.
“Sikap saya, yang benar pasti benar. Artinya keadilan punya Tuhan, iyo toh. Saya percaya bahwa kebenaran pasti benar. Makanya tadi saya bilang semua orang bisa bicara, siapapun, tapi yang adil itu Tuhan. Keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, kan seperti itu toh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masalah insentif yang sementara dihadapi, adalah masalah baru. Artinya, pihaknya menerapkan aturan yang kini berlaku, yakni Permendikbud nomor 8 tahun 2017. Selain itu, pihaknnya juga sudah berkoordinasi terkait masalah insentif guru dengan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika.

“Sudah (Koordinasi bersama TP4D-red). Inikan sesuatu yang baru. Maka kita juga harus hati-hati, karena penggunaan uang Negara. Jadi tetap kita harus berpatokan pada aturan, bukan kebiasaan,” jelasnya.

Sementara itu, Jenni mengakui  untuk tahun 2016, para guru honor yang kini melakukan aksi unjuk rasa, semuanya sudah dibayarkan insentifnya.

“Insentif tahun 2016 semuanya di rekeningkan, dan mereka yang demo ini semuanya dapat, kan ada. Jadi sekarang aturan perencanaan semua akan di audit, jadi saya takut salah, itu saja. Saya tidak berniat untuk menahan uang atau apapun, tapi saya akan membayarkan kepada yang berhak mendapatkan,” ujarnya. (Saldi)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment