Kapolda Bersama Forkopimda Kunjungi Puncak Jaya

Bagikan Bagikan
Kapolda saat berkunjung ke Puncak Jaya
SAPA (TIMIKA) - Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar beserta rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan ke Kabupaten Puncak Jaya dalam rangka meninjau konflik antara massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (4/7).

Selain Kapolda Papua, rombongan Forkopimda terdiri dari Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit, Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal, Ketua DPRP Papua, Komisi I DPRP Papua, Kesbang Provinsi Papua serta pejabat utama dari Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih. 

Pada kunjungan ke Mako Polres Puncak Jaya, kapolda beserta rombongan melakukan pengecekan terhadap barang bukti alat tajam yang dipakai dalam konflik atau pertikaian antara massa pendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya nomor urut 1, 2 dan 3. Barang bukti yang telah diamankan di Polres Puncak Jaya dalam razia gabungan TNI-Polri pada posko masing-masing tim pemenangan, Senin (3/7), berupa 115 busur dan anak panah, 54 parang, 36 katapel, satu kampak, satu sangkur dan 30 pisau badik.

Dalam penyampaiannya, kapolda berharap agar Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mau membantu para korban yang mengalami kerugian materil akibat konflik. Selanjutnya, Polri bersama TNI siap mengamankan apabila nantinya diadakan kembali PSU di Puncak Jaya, dan berharap kepada pihak manapun agar tidak ada lagi konflik maupun pertikaian.

“Untuk mencegah konflik ini tidak berkepanjangan, Polri bersama TNI akan terus melakukan razia dan menyita senjata tajam atau alat-alat tajam tradisional,” kata kapolda dalam siaran pers Subbid Penmas Bidang Humas Polda Papua yang diterima Salam Papua, Selasa (4/7).

Pada kesempatan itu Wagub Klemen Tinal meminta kepada masyarakat agar jangan mudah termakan dengan hasutan dari pihak manapun. Wagub juga meminta agar masyarakat tidak ikut-ikutan dalam tindakan-tindakan yang tidak berguna dan mengajak kembali melakukan aktivitas seperti biasanya, dan membiarkan urusan Pilkada diselesaikan oleh pemerintah. Selain itu masyarakat diminta membantu TNI dan Polri dalam menjaga keamanan Puncak Jaya.

Selanjutnya rombongan mengadakan pertemuan di Kantor Bupati Kabupaten Puncak Jaya guna membahas konflik atau pertikaian yang terjadi. Setelah selesai melakukan pertemuan di Kantor Bupati, rombongan mengunjungi posko pemenangan paslon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya baik nomor urut 1, 2 dan 3, dan memberikan penyampaian bahwa seluruh masyarakat yang memberikan dukungan kepada masing-masing paslon tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan kekerasan, apalagi saling membunuh.

“Kami datang ingin semuanya hidup bahagia, karena peperangan hanya akan menimbulkan penderitaan dan kedukaan. Kita berharap tidak ada korban lagi akibat konflik atau pertikaian yang tidak ada gunanya,” kata kapolda.

Korban jiwa maupun materil akibat konflik atau pertikaian yang terjadi mulai dari tanggal 15 Juni hingga 4 Juli terdiri dari korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, korban luka sebanyak 20 orang yang terbagi dari 16 orang dari massa pendukung paslon dan empat orang merupakan korban dari aparat kepolisian. Selanjutnya kerugian materil sebanyak 14 unit rumah, 10 unit Honai dan sembilan unit sepeda motor terbakar dan rusak. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment