Kasau Kunjungi Satrad 243 dan Lanud Timika , Anggota TNI AU Harus Berdedikasi

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,SIP bersama Ketua Umum PIA Ardiya Garini, Ny Nanny Hadi Tjahjanto, pada Rabu (19/7) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Satuan Radar 243 Timika dan Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Timika.
Kasau beserta rombongan ke Timika dengan menggunakan pesawat milik TNI AU jenis Airbus yang tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, sekitar pukul 09.50 Wit. Kedatangan rombongan disambut Komandan Lanud Timika, Letkol Pnb Agustinus Gogot Winardi serta para Muspida dan Muspida Plus di Kabupaten Mimika. Selain itu, penyambutan di Bandara Mozes Kilangin Timika, diwarnai dengan pengalungan bunga dan tarian adat Papua.
Dari Bandar Udara Mozes Kilangin,  Kasau dan rombongan melakukan peninjauan ke Satrad 243 Timika yang terletak di Kilometer 9, Jalan Poros Mapurujaya, Distrik Wania. Di Satrad 243 Timika, Kasau melakukan peninjauan doom, tempat pengoperasian radar. Ditempat tersebut, Kasau diperlihatkan aktifitas pemantauan pesawat dari komputer monitor dan melihat secara langsung radar milik Satrad Timika yang bertipe Master T.
Perlu diketahui Master-T adalah radar deteksi paling canggih yang digunakan TNI AU, ciptaan Thales Raytheon System Perancis. Kecanggihan radar ini mampu mendeteksi ketinggian, azimuth dan jarak pesawat di udara. Sehingga radar ini sangat cocok untuk dijadikan early warning system. Mampu mendeteksi wilayah seluas 444 Km, dengan ketinggian jelajah mencapai 30 Km.
Dan Radar ini terintegrasi dengan pesawat tempur TNI dan artileri pertahanan udara. TNI AU sudah memiliki 20 unit radar Master T, yang ditempatkan di beberapa tempat vital di Indonesia.

Di Indonesia, ada tiga pangkalan radar TNI AU yang menggunakan jenis Master T, yakni Tanjung Pinang, Saumlaki, dan Timika.

Setelah itu, Kasau dan rombongan melakukan kunjungan ke Lanud Timika. Di Lanud Timika, Kasau menghadiri Halal bi Halal 1438 H yang digelar Lanud Timika. Halal bi Halal ini diselenggarakan dalam rangka mempererat talisilaturahmi antara Kasau dan seluruh anggota TNI AU di Timika, mulai dari Lanud Timika, Satrad 243 Timika, dan Pasukan Khas (Paskhas).

Pada Halal bi Halal tersebut, Kasau memberikan peralatan kepada Lanud Timika dan Satrad 243 Timika. Pemberian ini sebagai bentuk perhatian dari Mabes TNI AU kepada Lanud Timika dan Satrad 243 Timika.

Kasau dalam arahannya mengatakan, TNI AU  melihat Lanud Timika dan Satrad 243 Timika masih muda dibandingkan lainnya. Karenanya masih banyak keterbatasan fasilitas di dua satuan ini, dan ini akan menjadi perhatian dari Markas Besar (Mabes) TNI AU.

Ia mencontohkan, seperti Markas Komando (Mako) Lanud Timika. Setiap kali pertemuan selalu dilaksanakan di aula ini. Hal ini dikarenakan Lanud Timika tidak memiliki gedung serba guna. Sementara untuk Satrad 243 Timika belum memiliki sumur bor. Sehingga anggota perlu menyaring air yang kualitasnya jelek.

“Diharapkan pada RKKL tahun 2019 nanti, baik itu gedung pertemuan Lanud Timika maupun sumur bor di Satrad  bisa terwujud. Karena untuk 2018 ini, hal tersebut belum bisa dipenuhi,” katanya.

Kasau mengatakan, walaupun di Satrad 243 airnya jelek, tetapi memiliki keunggulan, yakni tanahnya subur. Sehingga apapun yang ditanam dilahan Satrad akan menjadi subur, baik itu jagung, keladi, ataupun petatas. Hal ini sangat bagus untuk digunakan anggota Satrad bercocok tanam, sambil mengamankan aset.

“Kalau kita lihat, luas aset tanah di Satrad 243 Timika 30 hektar. Sehingga harus diatur dengan baik, mulai dari pertanian dan lainnya. Sehingga semua diperdayakan, dan untuk pemenuhan kebutuhan Satrad,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kunjungan ini,dirinya sangat bangga terhadap dedikasi yang dilakukan anggota TNI AU. Ia mencontohkan, seperti  yang diperlihatkan Prajurit Dua (Pelda) Gaul. Dimana walaupun prajurit dengan jurusan teknik, tetapi bisa dan mampu membantu medis, baik itu memasang infus ataupun lainnya. Karena kita ketahui bersama, Mimika ini endemik penyakit malaria. Dan dari kondisi itu di Satrad 243 Timika satu harinya bisa mencapai 2-3 pasien.

“Saya yakin, anggota TNI AU yang lainnya memiliki dedikasi yang tinggi, seperti Pelda Gaul. Dan prajurit TNI AU semua ingin menunjukkan yang terbaik untuk TNI dan Indonesia,” ujarnya.

Selain, ia  berterimakasih kepada prajurit TNI AU. Kasau juga mengapresiasi kepada para istri prajurit. “Saya berterimakasih, karena ibu-ibu sudah menjaga para suami dari segala godaan, baik godaan Miras, narkoba, ataupun lainnya,” ujarnya.

Kasau mengakui dan mengapresiasi tugas pokok TNI AU semua bisa dilaksanakan. Ia mencontohkan, seperti Lanud Timika tugas pokoknya adalah mendukung operasi udara. Ia menitip pesan kepada Danlanud Timika untuk mendukung program dari Presiden RI, yakni mengawal pelaksanaan tol udara dari Timika ke Wamena, dalam rangka disparitas harga.

“Saya minta kepada Danlanud bagaimana caranya, harga di Timika sama di Wamena. Danalanud bisa sampaikan kepada pemerintah daerah, TNI AU memiliki pesawat hercules yang mampu membawa beras dan semen dengan cuma-cuma. Tapi dengan catatan, jangan dari tengkulak ke tengkulak. Namun dari distributor ke masyarakat,” pintanya.

Menyinggung hal itu, ia berharap Lanud Timika kalau bisa melaksanakan program tol udara untuk disparitas harga. Maka Danlanud memilih anggota atau prajurit yang terpuji dan memiliki dedikasi tinggi, dalam memecahkan masalah di Wamena.


“Coba bangun koordinasi. Sehingga harga semen di Timika sama dengan Wamena. Dan itu salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah pusat, terhadap disparitas harga. Sehingga satu harga minyak dari Sabang sampai Merauke sama. Saya yakin kalian memiliki jiwa satria dan militan, serta loyalitas yang tinggi,” harapnya. (Uji)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment