Kasus Demianus Daskunda - Polres Mimika Pakai 3 Saksi Ahli

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIK) - Kasat Reskrim Polres Mimika Dion, S.IK mengatakan, terkait kasus Demianus Daskunda memposting Face Book (FB) yang ditengarai menista salah satu pemimpin agama . Polres Mimika akan mendatangkan 3 saksi ahli. Ketiga saksi ahli yang akan didatangkan itu diantaranya, ahli bahasa, ahli pidana dan ahli ITE, karena postingan tersebut harus diselidiki  3 ahli tersebut.

"Terkait kasu Saudara Demianus Daskunda ini. Kami sedang mempelajari Undang-Undang ITE nomor 11 tahun 2008.  Dimana saudara Demianus Daskunda ini mengupload foto di akun FBnya tentang  salah satu pemimpin agama. Tetapi,  saya tidak bisa sebutkan siapa, karena itu sangat riskan berkaitan dengan agama dengan menyinggung dibayar berapa. Kita ada pelajari unsur-unsurnya," katanya  saat ditemui wartawan di Polsek Mimika Baru (Miru)  usai menghadiri press rilis Curas dan Curanmor, Sabtu (29/7).

Menurutnya sejauh ini pihak Reskrim Polres Mimika masih meminta keterangan sebagai saksi dan belum bisa meningkatkan status dari saksi sebagai tersangka. Karena Polres harus mendatangkan beberapa saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut. Diantaranya ahli bahasa untuk menterjemahkan kata-kata yang dipostingnya.  Ahli pidana meneliti apakah postingan tersebut masuk dalam unsur pidana atau tidak. Selain itu, Polres akan mendatang ahli ITE untuk memutuskan, setelah tahapan itu untuk menentukan status yang bersangkutan bisa ditingkatkan menjadi tersangka.

"Yang jelas yang bersangkutan kita sudah mintai keterangan dan masih sebatas saksi. Kita meningkatkan statusnya menjadi sidik itu perlu ahli khusus, sebagaimana yang saya sebutkan di atas  baru,  kita bisa tetapkan menjadi tersangka," ujarnya.

Proses hukumnya terus diselidiki, meskipun, kata  Dion, pastor yang fotonya diupload  yang bersangkutan telah memaafkan. Namun, Ketua Orang Muda Katolik (OMK),  Blasius Narwadan merasa keberatan dengan hal tersebut.  Sehingga pihak Reskrim sedang mempelajari kasus tersebut dan akan menetapkan statusnya.

"Dari pastor sendiri, saya sudah dapat informasi bahwa pastor itu sudah memaafkan. Namun pihak pelapor dalam hal ini pak Blasius merasa keberatan dan masih kita pelajari. Maka,  dalam waktu dekat yang bersangkutan kita akan pastikan statusnya," katanya.

Dikatakannya, untuk melengkapi bukti pemeriksaan. Reskrim  telah meminta hp dan laptop yang digunakan  yang bersangkutan untuk di dalami. Sejauh ini yang bersangkutan belum ditahan hanya  wajib lapor.

"Saya dapat informasi bahwa mereka mau selesaikan kasus ini secara baik-baik. Tetapi  kepolisian akan tetap pada proses penegakan hokum. Demi penegakan hukum itu, kami sudah  amankan hp dan Laptop yang bersangkutan sebagai alat bukti dan yang bersangkutan  wajib lapor," katanya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment