Kehadiran ISIS di Papua Harus Diwaspadai

Bagikan ke Google Plus
Mateus Uwe Yanengga
SAPA (TIMIKA) - Penangkapan salah satu oknum yang diduga berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Sorong Provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu, mendapat perhatian dari berbagai kalangan di Timika.

Politisi dari Partai PKB Mateus Uwe Yanengga mengatakan, ISIS merupakan aliran garis keras yang sangat ekstrim dan bisa melakukan apa saja, bahkan bisa bertindak tidak manusiawi. Adanya kabar oknum warga di Sorong yang bergabung dengan ISIS, tentunya menjadi hal yang perlu menjadi perhatian bersama.

Untuk itu, Yanengga meminta Polri lebih waspadai kehadiran ISIS di Papua dengan meningkatkan keamanan di pintu-pintu masuk ke Papua, termasuk di Kabupaten Mimika, baik melalui bandara maupun pelabuhan.

“Kalau perlu intelegensi di Mimika harus lebih ditingkatkan. Jangan sampai sudah ada aksi baru kita bergerak,” kata Yanengga.

Ketua Partai Hanura Mimika Saleh Alhamid mengatakan, penangkapan terduga ISIS di Sorong beberapa waktu lalu perlu diselidiki lebih dalam lagi kebenarannya agar tidak menciptakan ketakutan dan keresahan di kalangan masyarakat di Papua.

“Adanya oknum yang diduga ISIS itu, bisa saja upaya yang untuk memecah belah hubungan toleransi beragama di Papua yang selama ini terjalin cukup baik. Jadi harus dipastian oknum yang ditahan itu ISIS atau bukan,” kata Saleh,  Rabu (12/7).

Saleh mengungkapkan tidak dapat dipungkiri bahwa bisa saja banyak orang di Indonesia yang mengidolakan aliran ISIS, sekalipun tidak tergabung dengan organisasi tersebut, karena keinginan dan cita-cita menjadi seorang tentara atau polisi tidak kesampaian.

Di sisi lain, sebagai kelompok garis keras yang memang ingin eksis, ketika ada pemberitaan dan lainnya yang menyebut bahwa itu adalah ISIS, maka mereka akan lebih senang, karena semakin terkenal dan mendunia. Dan itulah yang diinginkan oleh ISIS.

“Contoh saja beberapa peristiwa bom bunuh diri dan aksi teror lainnya. Meskipun itu mungkin saja bukan ISIS pelakunya, tetapi ISIS segera mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas teros tersebut,” ujarnya.  (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment