Kemampuan Baca Tulis Anak Papua Meningkat

Bagikan Bagikan


SAPA (BIAK) - Badan dunia PBB untuk anak (United Nations Children's Fund/UNICEF) mengungkapkan kurun waktu dua tahun 2015-2107 kemampuan baca tulis siswa anak asli Papua kelas 2 dan 3 di berbagai sekolah dasar di enam kabupaten Provinsi Papua dan Papua Barat mengalami peningkatan.

"Program literasi baca tulis yang digalakkan Unicef di Provinsi Papua dan Papua Barat sejak 2015 menunjukan adanya penurunan angka baca tulis anak dari sebelumnya sebesar 50 persen turun menjadi 27,41 persen," ungkap Kepala Perwakilan Unicef Papua dan Papua Barat Monica Nelsen dan Education Officer Try Laksono Harysantoso menjawab Antara seusai pembukaa TOT literasi di Gedung Diklat Pemkab Biak Jalan Adibai Distrik Biak Timur, Rabu (19/7).

Monica mengharapkan adanya keterlibatan UNICEF dengan lembaga donor untuk mengalakkan program literasi baca tulis di kawasan sekolah dasar wilayah pinggiran, terpencil dan tertinggal dalam rangka membantu dinas pendidikan untuk mencerdaskan anak Indonesia.

Ia mengharapkan dari data baseline di lapangan ditemukan banyak sekolah dasar di kawasan pinggiran kota karena ketiadaan tenaga guru serta kurangnya akses siswa mendapatkan buku pelajaran sebagai sumber infomasi pengetahuan.

Monica mengakui keberhasilan meningkatkan kemampuan baca tulis anak di wilayah Papua dan Papua Barat karena peran nyata tenaga guru pendamping yang disiapkan UNICEF.

"Kami terus mendorong pemkab di enam wilayah program baca tulis dapat mengalokasikan dana khusus untuk mendampingi program literasi di berbagai Sekolah Dasar sasaran," ungkap Monica Nelsen.

Bupati Biak Numfor Thomas Ondy ketika membuka pelatihan trainer of trainer literasi baca tulis mengakui, pemkab sangat terbantu dengan program baca tulis di 20 Sekolah Dasar sasaran di berbagai kampung dan distrik.

Bupati Thomas Ondy mengajak program literasi baca tulis untuk siswa kelas 2 dan kelas 3 SD dapat berlanjut dalam upaya meningkatkan pengetahuan anak di sekolah bersangkutan.

Terkait dengan kekurangan guru di Biak, menurut Thomas Ondy, menjadi kendala yang selalu dihadapis sekolah sehingga pemkab Biak Numfor melakukan program guru kontrak untuk menjawab kebutuhan tenaga pengajar di sekolah.

"Untuk sekolah di daerah pinggiran luar wilayah kota Biak senantiasa terjadi kekurangan guru karena sedikitnya jumlah rombongan belajar dibanding dengan sekolah di dalam kota," katanya.

Ia mengharapkan peran nyata UNICEF bersama organisasi non pemerintah Yayasan Rumsram yang telah merintis program baca tulis siswa kelas 2 dan kelas 3 SD dapat berlanjut.

"Pemkab Biak Numfor melalui dinas pendidikan akan menjalin kerjasama dengan Unicef untuk mewujudkan percepatan anak SD kelas 2 dan kelas 3 dapat membaca dengan penuh kemampuan," katanya.

Ketua panitia pelatihan ToT literasi pendidikan Ishak Matarihi melaporkan pelatihan TOT literasi pendidikan berlangsung selama 12 hari (19-30 Juli) diikuti sebanyak 120 peserta perwakilan enam kabupaten, yakni Kabupaten Biak Numfor, Jayawijaya, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua serta dua kabupaten di papua Barat yakni Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment