Kendaraan Dilarang Sembarang Gunakan Lampu Rotator

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika, AKP Samuel D Tatiratu, SIK mengatakan, kendaraan roda empat (R4) hingga roda 10 (R10) keatas dilarang sembarangan menggunakan lampu rotator. Jika kedapatan oleh kepolisian, maka akan di proses secara hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Sesuai dengan perintah dari Korlantas Mabes Polri melalui Direktur Lalu Lintas Polda Papua, kami seluruh Kasat (Kepala Satuan) Lalu Lintas di seluruh daerah wilayah Papua, untuk sesegera mungkin menertibkan lampu rotator, khususnya kendaraan pribadi yang menyerupai rotator milik Polri,” ungkap AKP Samuel D. Tatiratu di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (20/7).

Dijelaskan bahwa itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 59 ayat 5 a, b dan c. Selain itu, pihaknya juga menindaklanjuti Peratura Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi pada Pasal 65, yang berbunyi ‘Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta berlaku atau kereta tempelan yang menyinarkan. (A) cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya. (B) cahaya berwarna merah ke arah depan. (C) cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.

Sementara di Pasal 66, lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor, seperti petugas penegak hukum tertentu, dinas pemadam kebakaran, penanggulangan bencana, ambulans, unit palang merah dan mobil jenazah.


“Jadi tolong untuk rekan-rekan, yang berkaitan dengan rotator tolong dipasang sesuai dengan kebutuhan. Kalau memang tidak sesuai dengan perundang-undangan, kami akan segera menyita. Jadi tolong di antisipasi itu, jangan sampai pada saat rekan-rekan ditilang atau diamankan rotatornya, nantinya ada timbul pertentangan dengan petugas, karena dasar hukumnya sudah jelas,” kata AKP Samuel. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment