Kota Timika Belum Dinyatakan Darurat Banjir

Bagikan Bagikan
Yosias Lossu
SAPA (TIMIKA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Yosias Lossu, SE.,M.Si mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa menurunkan personil dalam jumlah banyak, untuk mengatasi banjir yang sering terjadi. Ini karena, Timika belum dikategorikan darurat banjir. Kalaupun darurat banjir pihaknya harus mengantongi SK Bupati. 

"Saat ini kami belum bisa bergerak. Karena Timika belum dikatakan darurat banjir," kata Yosias Lossu saat dihubungi Salam Papua via telpon, Kamis (13/7).

Yosias mengakui, memang beberapa hari terakhir ini, Kota Timika dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas lebat, yang terjadi mulai sore hingga pagi hari. Dari hujan yang lebat tersebut, sejumlah wilayah terendam air. Dan sempat dilakukan pemalangan oleh sekelompok warga, yang meminta adanya tindakan langsung dari pemerintah.

Namun kata dia, kondisi tersebut masih bisa diantisipasi oleh warga yang daerahnya terkena banjir. Sehingga bisa dikatakan saat ini Timika masih belum dikatakan darurat banjir.

“Hujan lebat dan wilayah tergenang memang terjadi akhir-akhir ini. Tapi itu belum dikatakan darurat banjir, karena masih ditangani oleh warga setempat,”jelasnya.

Walaupun demikian, Yosias mengatakan, pihaknya tetap memantau kondisi Kota Timika dan sekitarnya, terkait banjir. Hal ini dilakukan, agar bisa dilakukan respon cepat apabila memang daerah ini sudah dinyatakan darurat banjir. Namun untuk menyatakan, bahwa daerah ini darurat banjir diperlukan surat keputusan (SK) dari Bupati. Sehingga pihaknya bisa bergerak untuk melakukan penanggulangan kondisi banjir, apabila hal itu terjadi.

Lanjutnya, akan tetapi dalam penanganan kondisi banjir, maka pihaknya tidak akan bergerak atau bekerja sendiri, namun akan melibatkan beberapa pihak, seperti Tim SAR, Kepolisian, TNI, dan lainnya. Sehingga terjadi suatu koordinasi yang lengkap dalam menangani musibah banjir tersebut.

“Kalau Timika dinyatakan darurat banjir, maka harus ada SK dari Bupati. Sehingga kami bisa bergerak dengan melibatkan unsur-unsur yang lain dalam penanganan bencana tersebut. Dalam arti, baik itu melakukan evakuasi atau memberikan bantuan,”ungkapnya.(Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment