KPA Temukan 175 Kasus HIV

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Mimika, melaporkan pada semester pertama, tepatnya Januari sampai Juni 2017 ditemukan 175 kasus HIV. 

“Data ini merupakan laporan dari pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika yang disampaikan pada Pertemuan Semester Evaluasi Program HIV di Kabupaten Mimika, ,” kata Penanggungjawab HIV dan IMS, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Hasmawati, SKM yang ditemui wartawan usai kegiatan di lantai II Ruang Pertemuan Puncak, Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (13/7).

Ia menjelaskan, dari temuan 175 kasus ini, untuk HIV stadium awal sebanyak 61 kasus. Sementara HIV stadium lanjut sebanyak 114 kasus. Dimana pada stadium lanjut di semester pertama ini, ada lima orang anak yang terinfeksi. Sementara 109 terinfeksi melalui hubungan seksual.

Lanjutnya, sementara kalau dilihat dari 1996 sampai 2017 di Mimika sebanyak 5.196 kasus. Dimana kasus HIV sebanyak 53 persen atau 2.753 kasus, dan yang stadium lanjutnya 47 persen atau 2.437 kasus. Dan untuk pasien meninggal dunia secara komulatif mulai 1996 sampai Juni 2017 ini ada 282 kasus. 

“Kebanyakan temuan kasus ini, dari hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan. Dan usia rata-rata pasien yang terinfeksi HIV, yakni usia 20 sampai 29 tahun. Yang merupakan usia produktif,” jelasnya.

Sementara laporan pusat pelayanan kesehatan yang paling banyak melaporkan adanya temuan kasus ini adalah Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). 

“Laporan yang masuk ke kami, kebanyakan dari RSMM. Dan ini sinkron atau sesuai dengan data yang ada di Kabupaten Mimika. Yang mana, setiap tahunnya RSMM selalu melaporkan temuan kasus HIV yang terbanyak,”ujarnya.

Dikatakan, dari laporan semester awal ini, apabila dihitung secara presentasi dan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun ini mengalami penurunan 1,2 persen. Dan hal ini terjadi pada beberapa tahun terakhir, bahwa di Mimika kasus HIV mengalami penurunan.

“Setiap tahun, data yang ada di KPA temuan kasus HIV mengalami penurunan 1,1 sampai 1,2 persen,”katanya.

Sementara menyangkut pengobatan terhadap penderita HIV, Ia mengatakan dilakukan oleh pusat-pusat pelayanan kesehatan, baik itu rumah sakit ataupun Puskesmas. 

“KPA hanya mengkoordinasikan dan memberikan petunjuk. Yang nantinya sama-sama membuat perencanaan, agar pelayanan kepada penderita HIV dilakukan secara baik,”tuturnya.

Ia menambahkan, dan rumah sakit untuk pelayanan ARV ada tiga dengan beberapa satelitnya, yakni RS Tembagapura, dengan satelitnya Puskesmas Waa, Banti, dan Klinik Kuala Kencana. Untuk RSMM, satelitnya Puskesmas Kwamki Narama, Jili Ale, Bhintuka, Limau Asri. Dan RSUD satelitnya Puskesmas Wania, Kamoro Jaya, Timika, Timika Jaya, Pasar Sentral, Mapurujaya, dan Kokonao.

Satelit-satelit ini nanti akan melaporkan ke rumah sakit rujukan. Dan rumah sakit rujukan akan merekap hasil laporan tersebut, setelah itu diserahkan ke KPA. 

“Laporan-laporan dari layanan disampaikan setiap bulannya. Dan selanjutnya, KPA melakukan verifakasi dan mencocokan data-data yang sudah ada. Apakah sudah pernah dilaporkan atau belum. Kalau sudah pernah ada, maka secara otomatis akan terhapus,”ungkapnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment