Lemasa Serahkan SPK Kepada 50 Karyawan

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) melaksanakan pelantikan dan Serah Terima Surat Perjanjian Kerja (SPK)  kepada 50 karyawan di lingkup Lemasa, di salah satu hotel di Jl Yos Sudarso, Selasa (25/7). SPK diserahkan langsung oleh Direktur Lemasa, OdizeusBenal, BSc, disaksikan oleh AmungmeNaisorei (Kepala Suku).

Pantauan Salam Papua, setelah mendapat arahan dari Odizeus, acara dilanjutkan dengan pembacaan isi SPK, dilanjutkan penandatangan SPK oleh Ketua Lemasa sebagai pihak pertama dan para karyawan sebagai pihak kedua, kemudian dilakukan penyerahan.

Dalam arahannya, Odizeus Beanal mengatakan, pihaknya memiliki banyak pertimbangan untuk melihat apakah para karyawan yang menerima SPK ini, benar-benar bekerja dengan hati, memiliki loyalitas atau ada motovasi lain.  Karena itu butuh waktu yang cukup lama, di mana ada  karyawan yang bekerja lebih dari satu tahun dan ada yang  baru enam bulan,  baru mendapatkan SPK tersebut.
“Ada pertimbangan-pertimbangan sampai karyawan ini menerima SKP,” kata Odizeus dalam sambutannya.

Odezius berharap di bawah naungan atap Lemasa, para karyawan bisa saling mengenal satu sama lain, mampu bekerjasama dan bekerja keras untuk mewujudkan visi dan misi Lemasa.


Dikatakan, ada karyawan yang baru di Lemasa, bahwa melalui kinerja karyawan yang ada saat ini Juni lalu sudah ada gaji untuk bulan Juli, yang mana menurutnya ini adalah yang pertama terjadi.
“Biasanya April itu uang sudah habis,” tambahnya.

Ini menunjukkan adanya kerja yang baik di kalangan karyawan yang ada saat ini. Ia juga berpesan agar dengan adanya SKP, karyawan bisa member pengabdian terbaik ke masyarakat.
“Dan penilaian itu ada di tengah-tengah masyarakat dan kita sendiri,” katanya.

Dijelaskan, penilaian kinerja ada pada diri sendiri dan bisa buat lebih baik lagi. Kalau belum bisa harus belajar supaya mampu. Dalam bekerja, jangan cepat puas, harus selalu haus akan pengetahuan untuk mendekati sempurna dan waktu sekarang ini adalah waktu untuk melayani masyarakat.
“Jangan sudah tua baru bisa nasehat ke anak-anak kita, “katanya.

Ia menambahkan, mendapatkan SPK di Lemasa bukan berarti akhir atau menjadi pencapaian tetapi ini adalah langkah awal, khususnya bagi anak muda Amungme, sebab banyak hal-hal yang lebih besar yang menanti. Karena itu bekerja di Lemasa adalah masa pengkaderan, dan karyawan harus banyak belajar.

"Banyak pekerjaan yang lebih besar yang bisa kalian kerjakan di luar sana," katanya.
Ia juga menekankan agar dalam bekerja penuh dengan percaya diri, dan tidak perlu takut kepada siapapun sepanjang berpegang  pada kebenaran.

“Kalau mau takut takutlah kepada alam ini dan kepada Tuhan,” imbuhnya.
Nasehat bagi karyawan juga datang dari para Kepala Suku, yang intinya menyampaikan bahwa SK yang ada di tangan karyawan ini ibarat parang dan kapak, yang siap dipergunakan untuk membuat lahan atau untuk berkebun. Sama halnya dengan SPK yang didapat dari Lemasa, sebagai sebuah alat yang dipergunakan untuk melayani masyarakat.

“Kapak dan parang ini kira-kira untuk apa kalian pergunakan,” kata seorang kepala suku.
Untuk diketahui karyawan di Lemasa berjumlah  lebih dari 50 orang, termasuk di dalamnya Tokoh Adat (kepala Suku) dan sekitar 10 bidang beserta dengan staf dengan tupoksinya masing-masing, juga termasuk cleaningservice dan driver. Usai penyerahan SK acara dituup dengan doa dan ramah tama. (Ricky Lodar)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment