Lemasko Deklarasikan Paulus Waterpaw Papua 1, Robertus Waraopea Mimika 1

Bagikan Bagikan
Deklarasi Dukungan Terrhadap Paulus Waterpauw dan Robertus Waorapea
SAPA (TIMIKA) - Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) mendeklarasikan dukungan terhadap Irjen Pol Drs Paulus Warterpaw sebagai Gubernur Provinsi Papua  (Papua 1) dan Robertus Waraopea, SH sebagai kandidat Bupati Mimika (Mimika 1) periode 2018-2023. Deklarasi tersebut, disampaikan di Kantor Lemasko, SP 4, Rabu (5/7), setelah sebelumnya dilakukan musyawarah adat tertinggi oleh seluruh unsur adat Kamoro. 

Hadir dalam deklarasi tersebut sejumlah tua-tua adat Kamoro, Ketua Tim Seleksi Calon Bupati anak asli Kamoro, Philipus Monaweyaw, SE MM, Ketua Lemasko dan Calon Bupati, Robertus Waraopea, SH, Wakil Ketua III Lemasko, Marianus Maknaipeku, SE MSi, Ketua Komisi II Lemasko, Polikarpus Owenena, Wakil Ketua Banmus Lemasko, Frans Waraopea, dan Waket II Lemasko, Dominikus Mitoro, SE MSI, serta sejumlah Tokoh Masyarakat Kamoro lainnya, yang menyatakan telah sehati untuk memperjuangkan dua putra terbaik Kamoro ini untuk menjadi pemimpin di Papua dan Mimika untuk lima tahun mendatang.

Philipus Monaweyauw, SE MM, kepada wartawan mengatakan, berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh lembaga adat, dari sekian putra terbaik Kamoro, lembaga adat melihat dari sisi kesiapan kandidat, sampai dengan dokumen yang dimiliki, termasuk mental, maka telah ditetapkan melalui musyawarah yang mulia, musyawarah besar Suku Kamoro, yang diikuti oleh seluruh dewan adat Lemasko dan Badan Musyawarah, dan telah memutuskan dan menetapkan Robertus Waraopea, SH, sebagai calon tunggal Bupati Kabupaten Mimika, sekaligus menentukan Irjen Pol Drs Paulus Warterpaw sebagai calon Gubernur Provinsi Papua periode 2018-2023. 

“Tidak ada figur lain yang akan kami dukung mulai dari Nakai sampai dengan Warifi, bahwa hanya ada satu nama untuk Mimika dan satu nama untuk Provinsi Papua, dari wilayah adat Kamoro. Saatnya anak Kamoro harus bangkit,” kata Philipus Monaweyauw.

Terkait dengan pernyataan dukungan tersebut, ia berharap agar seluruh penduduk di Kabupaten Mimika, dari seluruh paguyuban yang ada di Mimika dari Sabang sampai Merauke, agar memberikan dukungan kepada orang Kamoro, karena orang Kamoro juga memiliki sumber daya manusia yang bisa memimpin Mimika. 

“Kami mau nyatakan bahwa kami orang Kamoro ini masih ada, masih hidup dan kami juga bisa,” katanya. 

Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada putra terbaik Kamoro yang akan tampil memimpin Mimika menjadi lebih baik ke depan, menata apa yang masih kurang. Karena lanjutnya, tidak dapat dipungkiri, bahwa selama ini masyarakat Kamoro sebagai suku asli di Mimika, masih menjadi penonton pembangunan di Mimika tanpa disentuh oleh pembangunan itu sendiri. 

Philipus juga memastikan, bahwa setelah memutuskan untuk mendukung dua putra terbaik Kamoro ini maka pihaknya juga telah siap untuk mengambil langkah guna memperjuangkan kandidat yang didukung oleh masyarakat. 

“Salah satu yang akan kami lakukan dalam waktu dekat adalah menggelar sasi adat di semua distrik dan kampung untuk mengikat orang Kamoro secara adat dan hanya ada satu nama yang akan mereka dukung, yakni yang sudah ditetapkan secara adat,” kata Philipus. 

Dengan menyatakan dukungan tersebut, maka ia juga memastikan bahwa timnya akan bergerak hari ini dan seterusnya untuk meminta dukungan dari masyarakat. 

“Kami orang Kamoro punya hak sama, orang Kamoro juga bisa, kami masih hidup dan kami harus bangkit di tanah kami sendiri,” tuturnya. 

Khusus untuk Calon Gubernur Papuau, yakni Irjen Pol Drs Paulus Warterpaw, Philipus mengatakan telah mengantongi dukungan dari beberapa partai dan tugas masyarakat adalah memberikan dukungan. 

Sementara itu, diwaktu yang sama, Wakil Ketua III Lemasko Marianus Maknaipeku kepada wartawan mengatakan hal yang sama. Ia menyampaikan terimakasih kepada msyarakat di Mimika, dan berharap agar masyarakat memberikan kesempatan kepada Paulus Waterpaw yang merupakan lulusan Akademi Polisi tahun 1987 putra asli Kamoro. 

Marianus juga menegaskan bahwa orang yang telah mengabdi lebih dari 24 tahun di kepolisian tersebut adalah murni orang Kamoro, ini sekaligus menepis isu yang beredar dari dari rivalnya, bahwa Paulus Waterpaw bukan orang Papua asli. 

Sementara itu untuk kandidat bupati asal Kamoro, Ribertus Waraopea, kata Marianus, setelah ada dukungan secara adat tersebut sekaligus pihaknya akan berjuang untuk memperoleh dukungan dari masyarakat yakni dukungan KTP disusul sejumlah syarat lainnya sebagai calon independen. 

“Secara adat kami dukung dari jalur independen, sehingga kami sampaikan kepada semua suku bangsa yang ada di Mimika, kami orang Kamoro tidak meminta apa-apa, hanya dukungan suara saja pada Pilkada nanti,” katanya. 

Lanjut Marianus, perlu diketahui bahwa terbentuknya Kabupaten Mimika ini juga menjadi bagian dari perjuangan masyarakat Kamoro ketika itu, yang mana saksi hidup masih ada sampai saat ini. Sebagai suku asli di Mimika, yang masuk dalam wilayah adat Bomberay, ia meminta masyarakat yang ada di tanah Mimika ini untuk mendukung putra Kamoro yang akan maju, baik bupati maupun gubernur. 

“Beberapa periode terakhir Mimika dipimpin oleh saudara-saudara kami dari gunung dan kini orang pesisir memimpin Mimika yang merupakan tanah Kamoro. Ini pasti bisa, kalau sebelumnya pak Potereyaw sudah bikin Mimika baik maka kedepan orang Kamoro akan membuat Mimika lebih baik lagi,” kata Marianus. 

Dikatakan, masyarakat Suku Kamoro adalah masyarakat yang sangat terbuka, yang menerima semua suku bangsa di Mimika, tanpa membeda-bedakan dan hidup berdampingan. Karena itu ia memastikan bahwa Mimika aman, damai dan sejahtera hanya akan terwujud ketika orang Kamoro yang memimpin. 

“Generasi tahun ini perlu memberikan kepercayaan kepada orang Kamoro sebagai tuan rumah, maka orang Kamoro akan memperbaiki semua yang rusak, sebagai rumah sendiri untuk dibenahi,” katanya. 

Terkait dengan kesiapan dari jalur perseorangan dalam hal ini bupati, Marianus mengatakan timnya sudah bekerja mengumpulkan KTP pendukung, bahkan dia memastikan bahwa saat ini sudah terkumpul 95 persen dari kuota yang disyaratkan, dan tim tinggal mencari lima persennya. 

Marianus menambahkan, meskipun Lemasko menyatakan hanya mendukung satu orang Kamoro untuk maju, namun ia tidak membatasi siapa saja orang Kamoro yang ingin maju sebagai calon. 

“Silahkan kalau ada masyarakat Kamoro yang lain yang ingin maju, tetapi lembaga adat sudah menentukan siapa yang akan didukung bersama masyarakat,” katanya. 

Kepada penyelenggara, ia menyampaikan agar tetap menjaga independensinya, apalagi lanjutnya, masyarakat Kamoro yang akan mendukung kandidat bupati dan gubernur ini pada prinsipnya tidak memiliki uang yang banyak, hanya saja ada kerinduan untuk melihat Mimika lebih baik lagi ke depan. 

Menyinggung saol wakil yang akan mendampingi bupati pilihan masyarakat adat Kamoro, kata dia, saat ini masih dalam tahap seleksi, nanti setelah menemukan orang yang tepat baru akan dilakukan deklarasi. 

“Arwah nenek moyang kami menjadi saksi bangkitnya orang Kamoro. Dan kepada suadara-saudara dari suku lain sekali lagi untuk memberikan ruang bagi orang Kamoro untuk membangun dan tidak lagi jadi penonton,” terangnya. 

Sementara itu Robertus Waraopea, SH selaku kandidat yang diusung oleh lembaga adat dalam kesempatan tersebut mengatakan, untuk wakilnya nanti pihaknya akan mempertimbangkan keselarasan, misalnya dengan orang birokrat yang lebih berpengalaman, atau orang akademis. Sehingga tidak menjadi trauma bagi masyarakat pada umumnya tentang pasangan calon independen, yang dianggap tidak bisa bekerjasama dengan legislatif dan tidak mempertanggungjawabkan anggaran, karena ada image seperti demikian yang berkembang. 

“Kami siap perbaiki itu, meskipun kami juga dari jalur independen, kami sebagai warga negara Indonesia yang baik kami akan pertanggungjawabkan,” katanya. 

Robertus mengatakan leingunannya untuk maju pada dasarnya berangkat dari keprihatinan terciptanya ketidakadian di daerah ini, khususnya bagi orang Kamoro, yang mana dari masa ke masa orang Kamoro hanya menjadi penonton. 

“Tidak usah jauh-jauh ayo kita lihat pelabuhan Poumako yang tak terjamah meski dia merupakan wilayah kota. Walau banyak calon yang akan maju, pada prinsipnya saya siap untuk bersaing,” kata Robertus.  (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar: